Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Tips Aman Untuk Pengendara dan Boncenger

billy - Rabu, 29 Mei 2013 | 13:00 WIB
No caption
No credit
No caption

Boncengan miring sangat tidak dianjurkan!
Sudah menjadi hal umum jika sepeda motor kini tak hanya ditumpangi satu orang saja. Selain pengendara, tentu jamak pula adanya penumpang atau istilahnya boncenger.

Nah, aktivitas bonceng-membonceng ini kadang tidak diberi perhatian serius pada aspek keselamatan, padahal dengan adanya boncenger akan mengubah dinamika berkendara bila dibandingkan dengan berkendara sendirian.

“Aktivitas membonceng memang harus diakui belum terlalu diperhatikan oleh masyarakat kita. Padahal dengan membawa boncenger maka resiko yang ditimbulkan juga cukup besar, misalnya gerakan tubuh yang tidak selaras antara pengendara dan boncenger, berpotensi menyebabkan kecelakaan fatal saat berkendara,” kata Andry Berlianto, instruktur safety riding dari Jakarta Road Survival.

Karena itu, ada beberapa aspek yang harus diperhatikan ketika berboncengan agar resiko kecelakaan dapat diminimalisir. “Yang pertama, pastikan kaki boncenger sudah mampu mencapai foot step, kenapa ? Jika tidak mencapai foot step maka aspek keseimbangan sangat mungkin terganggu dan akibatnya motor rentan oleng,” ucap Andry.

Kemudian, berikan perangkat keselamatan yang sama dengan pengendara meliputi helm, jaket, celana panjang, dan sepatu. Meskipun boncenger, tapi resiko yang dihadapi bila terjadi kecelakaan akan sama dengan pengendara, karena itu perangkat keselamatan wajib dikenakan pula oleh boncenger.

Selanjutnya adalah arahkan boncenger agar tidak melakukan gerakan tiba-tiba saat dibonceng. “Arahkan pula untuk berpegangan pada pinggang pengendara dan mengikuti gerak badan sang pengendara saat bermanuver,” tambah Andry.

Yang tak kalah penting, adalah hindari cara membonceng dengan tubuh menyamping yang kadang masih dilakukan oleh kaum perempuan. Posisi ini berbahaya karena bobot pembonceng menjadi berat sebelah sehingga dapat menyebabkan motor menjadi oleng.

Ribet? “Memang ribet kedengarannya, tapi bersikap antisipatif lebih menguntungkan daripada mengesampingkan keamanan yang dapat menimbulkan resiko buruk yaitu kecelakaan,” tutup Andry. (motorplus-online.com) 

Editor : billy

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa