Volvo S Series, Mainan Baru ‘Para Pejabat’

Minggu, 17 Maret 2013 | 07:30 WIB


Setelah belakangan ini Volvo seri 2, 7, 8, dan 9 ramai dicari dan dimodifikasi. Saat ini, ada ‘mainan baru’ di kalangan pencinta mobil asal Swedia. Yup, saat ini Volvo seri S mulai ramai dicari. Serunya, enggak dibiarkan tampil standar, tapi sudah mulai dimodifikasi. Seperti para anggota klub Indonesia Volvo Lover atau yang lebih akrab disebut IVL.

“Kita lagi pengin coba yang sedikit beda, karena kalau seri 2, 7, 8 dan 9 kan banyak banget yang ‘main’. Nah, kalau seri S ini kan masih jarang,” ujar Benny Priyono, salah seorang anggota IVL yang memakai Volvo S60 tahun 2004.

Ternyata memang keinginan tidak selalu sejalan dengan hasilnya. “Ada saja kesulitannya, meskipun mirip-mirip juga dengan Volvo seri lainnya,” tambah Benny lagi. Meski begitu, tak menyurutkan niatan keenam anggota IVL ini untuk tetap memodifikasi tunggangannya masing-masing.

Umumnya, mereka tetap tidak ingin menghilangkan aura kemewahan dan kenyamanan khas Volvo. Begitupun dengan mesinnya, karena umumnya sudah dibekali dengan turbo sebagai standarnya. Makanya, rata-rata mesin tidak tersentuh.

Daripada penasaran, monggo dibaca…  (mobil.otomotifnet.com)

Volvo S70 2.5SE 1998

Ernest sudah doyan modifikasi sejak di bangku SMU. Tak heran, ia tidak begitu mengalami kesulitan berarti ketika memodifikasi Volvo S70-nya yang bertransmisi manual. “Intinya, pelek cari yang pas dulu, kalau sudah ketemu, yang lainnya jadi gampang,” tutur pria berusia 37 tahun ini.

Akhirnya replika Carlsson 1/16 diameter 19 inci dengan lebar 8,5 inci, dibalut ban Accelera ukuran 225/35R19 dan 235/35R19 menjadi pilihan. “Karena PCD Mercy, jadi harus bubut dulu ubah PCD asli,” jelas warga Bintaro ini. Kemudian per pakai custom dari mobil lain agar lebih ceper.

Sebagai aksen mungil, Ernest juga menambahkan ducktail custom di atas bagasi. Cool!

Volvo S80 2.4 2002

Karena belum lama mendapatkan Volvo S80, Ibnu pun mengaku belum sempat berbuat banyak dengan mainan barunya. Pria 49 tahun ini baru sempat memasang pelek Titan model palang 5 yang berdiameter 18 inci dengan lebar 8 inci, sementara bannya diambil ban Nexa Forceum ukuran 225/40ZR18.

“Nantinya, saya mau cari pelek yang diameter lebih besar lagi dan diceperin juga. Cuma belum sempat nyari saja,” tukasnya. Sementara bagian lain juga masih dibiarkan standar apa adanya.

Volvo S40 2.0T 2005

Pemilik Volvo S40 tahun 2005 ini juga memiliki pilihan unik. Meski banyak yang bilang kalau S40 itu tidak seperti Volvo lainnya, ia tetap memilih. Immanuel pun langsung memilih pelek Fabulous diameter 18 inci dengan lebar 8,5 inci dengan ban Accelera Phi 215/40ZR18. “Enaknya saya nggak perlu nyeperin, karena sudah pas jarak antara ban dengan sepatbor,” ujarnya puas.

Lalu ia mengimbuhkan stiker karbon di pilar pintu depan dan belakang agar terlihat lebih sporty. Sebagai aksen terakhir, ia juga melapisi seluruh atap dengan stiker hitam. Atraktif!.

Volvo S70 T5 1997

Berbeda dengan S70 Ernest, Inyo memilih pelek Estatus 3 pieces diameter 19 inci dengan lebar belang, 8,5 dan 9,5 inci. Untuk bannya, dipilih Achilles Phi ukuran 215/35R19 untuk depan dan Yokohama Prada 225/35R19 untuk belakang. Sementara suspensi menggunakan per custom dari Mercy W210, yang dikombinasi sokbreker Sachs.

Selebihnya, pria 39 tahun ini juga menambahkan ducktail custom di bagasi. Interiornya, cukup aplikasi ringan dengan setir dari S70 R yang beredar di luar Indonesia. Kemudian untuk tatanan audionya, headunit Pioneer DVD3450UB, speaker 2 way Hertz, dan speaker belakang 3 way Focal. Nice!.

Volvo S60 2.0T 2004

Alasan Benny Priyono, meski pakai Volvo ia justru memilih yang jarang dipilih pecinta Volvo. Pria 37 tahun ini memilih Volvo S60 keluaran 2004 sebagai kendaraan sehari-hari. “Bentuknya tetap elegan dengan sedikit aura sporty karena dimensinya tidak sebesar S80,” jelas Benny.

Senada dengan Ibnu, Benny hanya mengganti pelek asli dengan replika DPE diameter 20 inci dengan lebar belang, 8,5 dan 9,5 inci. Lalu bannya pakai Accelera Phi berukuran 225/35R20 dan 235/335R20. “Tapi, karena agak keluar dari sepatbor, pelek mesti dipapas bagian dalam supaya bisa rata dengan bodi,” ujar Benny lagi. Rapi!.

Volvo S90 3.0 1996

Sebenarnya Bobby sudah cukup beruntung mendapatkan Volvo S90 yang berstatus CBU eks kedutaan Jepang. Bagaimana tidak, interior berwarna beige dan sunroof sudah jelas menjadi pembeda. Tapi itu belum cukup untuk Bobby, akhirnya pelek Venerdi diameter 20 inci dengan lebar 8,5 inci rata dan ban Accelera 225/35ZR20 pun dipilih untuk mendongkrak tampilan kaki-kaki.

Karena suspensinya independent, maka pria 39 tahun ini lebih memilih untuk tidak menyeperkannya. “Nanti hilang nyamannya,” alasan Bobby. Selain pelek, corner lamp US Style pun ikut dipasang. Untuk interiornya, Bobby hanya memasang DVD Monitor Pioneer AVH-2450BT. Elegan!.
Editor : billy
loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA