Toyota Starlet Soleil ‘L’ 1993, Kado Istimewa Istri Tercinta

Minggu, 18 Maret 2012 | 10:18 WIB


Sudah lama Casandra Espanesia mengidamkan Toyota Starlet kapsul untuk dijadikan ‘mainan’ dream car back to 90s. Alasannya cukup sederhana. “Biar bisa dioprek kencang dan bersolek rapi,” ujar Casandra.

Ternyata Casandra memang getol balap di arena drag race seputaran Bandung. Jiwa speedgoers alias doyan ngebut sudah bercokol sejak lama, bahkan jauh sebelum menikah dengan Aryo, sang suami, setahun yang lalu.

AURA SPEEDGOERS

 
Pelek Final Speed Eraser buat mobil kekar dan enak untuk manuver karena ban Advan Neova, Mesin 4E-FTE banyak memakai pernik pendukung high performance setelah mesin di-blueprint ulang

Makanya Aryo pun berniat memberikan hadiah pernikahan istimewa buat sang istri. Bak mendapat durian runtuh, tak lama ada sohib karibnya menawarkan Starlet Soleil coupe keluaran 1993 yang lagi dibangun setengah jalan.

Pria yang sehari-hari memakai Toyota Previa ini, tak lagi pikir panjang. Tepat sebulan sebelum mengucapkan ijab kabul, mobil 2 pintu berkelir abu-abu tua metalik ini sudah ada di garasi rumahnya.

Namun urusan belum kelar sampai disitu karena meski terlahir 2 pintu alias sport coupe, varian Soleil belum mengusung mesin dengan turbocharger layaknya Starlet GT. “Saya beli halfcut Starlet GT coupe lengkap dengan mesin dan dasbor,” ujar Aryo.

 
Spion berlapis carbonfibre menemani engine hood bernuansa sama, Piggyback Greedy E-Manage Blue yang diandalkaan untuk memanipulasi pasokan bahan bakar ke ruang bakar

Saat melakukan rombakan pada mesin dan kaki-kaki, Casandra request untuk mengganti warna bodi yang lebih cerah. Kelir bodi yang terlalu kalem dan elegan diganti warna terang, Imola Yellow.

Spontan tampilan mobil berubah total. Apron depan khas GT dengan empat buah lampu bulat dan body kit versi GT (side corner dan side skirt) menjadikan besutan Casandra menjadi kekar.

Masih seputar eksterior, engine hood dan kedua spion dilapis carbonfibre. Termasuk ornamen rear wing buatan Tom’s Racing ikut bernuansa carbon.  

Makin kekar setelah kaki-kaki ikut digarap dengan pelek dan suspensi ala sport compact car. “Sokbreker Hot Bits jenis gas dan per ceper buatan Intrax menemani pelek Final Speed Eraser berdiameter 15 inci,” papar Aryo.

Paling tidak, dandanan ini bisa mengubah tampilan Soleil menjadi GT sekaligus mengimbangi kekuatan mesin 4E-FTE bawaan GT yang sudah dioprek ulang.

 
Rear wing Tom's Racing carbonfibre bikin mobil lebih beraura sport sekaligus bisa menambah downforce (kanan)

Mesin eks limbah sengaja dibelah untuk di-blueprint ulang. Jeroan mesin masih bagus semua, tinggal setting ulang ketebalan paking, dial ulang camshaft dan porting lubang kepala silinder. “Sekalian bikin header custom berbahan stainless steel untuk memaksimalkan turbo CT12 bawaan mesin,” terang Casandra fasih soal mesin.

Tak ketinggalan atribut pendukung mesin seperti fuel pressure regulator Sard, koil C4, piggyback Greddy E-Manage Blue, boost sensor Greddy dan custom down pipe 2,5 inci ditambahkan untuk mendapatkan tenaga maksimal (peak power) di roda.
(mobil.otomotifnet.com)

Editor : billy

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA