MotoGP : Usia Hanyalah Angka, Rossi Masih Punya “Naluri Pembunuh”

Senin, 29 Juni 2015 | 02:36 WIB


Assen – Valentino Rossi kembali membuktikan, usia hanyalah sekadar angka, tidak menghalanginya untuk memenangkan lomba, terlebih kemenangan yang didapat melalui pertarungan ketat dengan pembalap muda seperti Marc Marquez.

Di usianya yang ke-36 tahun, Rossi masih bisa menang. Rossi bukanlah pembalap tertua yang memenangkan lomba. Rekor masih dimiliki Arthur Wheeler. pembalap Inggris ini berusia 46 tahun 70 hari, saat menang di kelas 250 cc GP Argentina 1962.

Di antara pembalap MotoGP saat ini, Rossi memiliki karier menang terpanjang sejak pertama kali menang di kelas 125 cc pada 1996.

Sementara Marquez, pembalap termuda di kelas utama yang memenangkan lomba ketika berlaga di Austin, Amerika 2013. Saat itu usianya 20 tahun dan jadi juara dunia termuda di tahun yang sama.

Rossi yang pada Februari lalu berusia 36 tahun, pernah menyebut usia tidak akan menghambat kariernya, terpenting adalah motivasi untuk terus bersaing di depan.

Pertarungannya dengan Marquez sesuatu yang jarang terjadi. Tetapi membuat penonton menahan napas menyaksikan duel ketat kedua pembalap berbakat itu hingga di tikungan terakhir menjelang finish di sirkuit Assen.

Ketika masuk chicane, Marquez yang coba mendahului, lajunya tertutup Rossi. Senggolan pun tak terhindarkan. Rossi keluar dari trek, tetapi bisa meraih kemenangan pertamanya dari pole position sejak 2009.

Itulah yang terjadi hari Sabtu (27/6) di GP Belanda, antara pembalap yang mendominasi dari tahun 2000-an melawan pembalap yang baru memulai dekade ini dengan dahsyat. Antara pembalap senior menahan penantang terkuat sang juara dunia bertahan.

Rossi tidak menunjukkan isyarat untuk menyerah. Di usianya yang ke-36 tahun, Rossi masih memiliki “killer instict”.

Sementara Marquez yang berjuang dengan motor 2015, gagal menyelesaikan lomba di dua balapan terakhir karena kecelakaan. Beberapa perubahan besar membuat kemajuan yang nyata baginya di Assen.

Honda membekali sasis 2014 yang membawanya meraih gelar juara dunia kedua musim lalu. Perbedaannya jelas, Marquez melaju kencang dan tampaknya lebih bisa mengendalikan motornya dan membawanya sampai akhir lomba untuk coba meraih kemenangan.

Ya, usia hanyalah angka. (otosport.otomotifnet.com)
Editor : Dimas Pradopo
loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA