Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Honda Astrea Prima, Prima Juga Bisa Bor!

Dimas Pradopo - Minggu, 2 September 2012 | 13:09 WIB
No caption
No credit
No caption

No caption
No credit
No caption

Umumnya modifikasi aliran street cub punya pakem mengandalkan basic Honda C70 sampai generasi motor bebek Honda Astrea Star. Karena punya suspensi depan mengandalkan link alias model konvensional.

Pakem ini enggak berlaku buat Aaron Tobias pemilik bebek Honda Astrea Prima lansiran 1989 ini. Nekat bikin bergaya street cub meskipun suspensi depan menganut model teleskopik. 

Kisahnya bermula ketika Aaron melihat ada yang menjual Honda Astrea Prima lansiran 1989 di Kawasan Ciledug, Tangerang yang dekat rumahnya. Tanpa pikir panjang, motorpun coba untuk dipinang. Setelah dilakukan tawar-menawar yang enggak memakan waktu lama, motor akhirnya pindah tangan.

Setelah beberapa hari memiliki motor ini, Aaron belum berniat bikin bondol si bebek legendaris Honda ini. Namun begitu melihat parts sepeda yang berserakan di rumahnya, niat itu spontan muncul.

"Setelah berapa hari di rumah, kenapa enggak juga ini motor dibikin street cub. Toh mesin sudah enak, sudah CDI jadi enggak rewel,” kata Aaron yang juga hobi ngetrick sepeda fixie.


He..he... Dasar anak trick, setang yang digunakan juga bekas copotan sepeda fixie jenis trick bar. Tidak ketinggalan, stem alias ‘bangau’ bawaan sepeda juga terpasang.

"Enggak ada pengelesan atau dipotong, stemnya tinggal dijepit di leher setangnya. Pada bagian lain juga tinggal lepas dan pasang,” kata Aaron menjelaskan kalau di motornya ini enggak ada bagian yang mengalami pemotongan.

Selanjutnya melepas bagian sepatbor depan-belakang yang standarnya hanya dikencangkan baut. Pada kaki-kaki juga tidak banyak perubahan berarti. Pelek bawaan motor yang sudah ring 17 inci pun dijejali ban IRC 3.00x17 type GP1. Pada bagian ini, ukuran disamakan depan- belakang. Seperti konsep kaki bobber. Ban ini juga keluar dari pakem street cub karena mengacu desain tracker.

Buritan mesin dibiarkan standar karena dirasa jeroan mesin masih sehat. Untuk memaksimalkan semburan bensinnya,  karburator Honda Absolute Revo yang berukuran 17 mm jadi andalan. Tidak lupa knalpot dibuat eye catching lewat model scrambler custom freeflow.

Pada bagian bodi, pria berambut gimbal ini boleh berbangga hati dengan cat orisinil yang masih utuh. Begitupun pada sokbreker depan belakang, masih tetap biarkan standar.

Tapi, seluruh lampu orisinil kini disimpan rapi di lemari. Gantinya, pakai lampu variasi sebagai lampu utama dan sein. “Lumayan jadi kendaraan harian buat ke kantor,” seru pria yang juga desain grafis di salah satu media otomotif di Jakarta.

Oke bor... (motorplus-online.com) 


Editor : Dimas Pradopo

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa