Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Dampak Benturan Helm, Sebaiknya Pakai Full-Face!

billy - Kamis, 22 Desember 2011 | 08:01 WIB
No caption
No credit
No caption

No caption
No credit
No caption

Tak semua bagian helm punya ketebalan sama
Dari beberapa kejadian atau hasil survey, bagian sisi atas atau kening helm lebih banyak mengalami benturan ketika terjatuh.  Study di Eropa diketahui ada tempat fixed untuk impact dan setelah itu helm diukur. “Ada 6 area yang biasanya diukur. yakni depan (point P), atas, belakang (point R), samping kiri (point XS), samping kanan (point XR) dan dagu (chin0,” jelas Henry Tejakusuma, Direktur Marketing PT Tarakusuma Indah, produsen helm INK KYT, dan MDS.

Hal sama juga diungkapkan Johannes Cokrodiharjo. “Memang, terutama bagian depan atas. Bahannya, bagian P Point yang diperkuat,” ungkap Direktur Marketing PT Dinaheti Motor Industry, produsen helm NHK dan GM itu.

Dietmar Otte, pakar transportasi dalam situs safety helm mengungkapkan berdasarkan penelitian statistik yang ia lakukan, semua sisi helm rawan benturan. Namun yang paling lebih sering mendapatkan benturan secara persentase merupakan di bagian atas dan depan atau dagu. Jika pada bagian lain paparan benturan hanya di angka 10 persen, maka pada bagian depan kiri dan kanan persentase kejadian tumbukannya bisa mencapai 20 persen.

No caption
No credit
No caption

 Helm untuk keperluan balap, cende- rung lebih tebal
“Makanya, di beberapa tempat, penggunaan helm full-face lebih disarankan karena mampu memberikan efek minimal kalau terjadi benturan,” yakin Henry.
 
Demi alasan safety lebih, produsen helm juga memberikan perhatian di sisi bagian atas. Yaitu, dengan cara memberikan lapisan yang lebih tebal jika dibandingkan dengan sisi atau bagian yang lain. Terlebih, sisi samping.

“Layaknya mobil, bagian yang diperkuat juga bagian depan. Kalau di helm, tentu batok atas dibuat lebih tebal juga. Sehingga mampu menahan benturan,” kata Johannes yang berambut ala bintang film Hongkong itu.

Ketebalan yang diberikan pada bagian yang rawan, bisa bermain 20 persen dari lapisan batok lainnya. “Untuk bahan polycarbonat, ketebalan bisa bermain di rentang 3,5 – 4,2mm,” tambah Johannes yang juga pelihara brewok.


 Bagian atas pasti lebih tebal dari sisi lain
Tetapi menurut Henry, ada juga helm yang memang memberikan lapisan tebal untuk keseluruhan sisi. Ya, tidak hanya di satu atau dua sisi saja. Yaitu, helm yang banyak diaplikasi di ajang balap. “Biasanya, itu bisa dicirikan lewat bobot keseluruhan helm. Cenderung lebih berat,” jelasnya.

Tetapi, bobot itu kadang bisa direduksi dari bahan yang dipakai. Misalnya, composite karbon kevlar. Lewat bahan ini, bobot yang misalnya 1,7 kg jika aplikasi bahan polycarbonat, maka bisa menjadi 1,3 kg lewat composite. Hanya saja, helm dengan bahan ini tentu dijual lebih mahal dari helm bahan polycarbonat. Tetapi, demi safety, mahal sedikit pun rasanya tidak apa. (motorplus-online.com)

Editor : billy

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa