Launching Buku ‘OTOMOTIF Di Mata Sang Fotografer’

Rabu, 30 Mei 2012 | 19:25 WIB


Dunia otomotif memang tidak akan pernah terlepas dari seorang pewarta foto atau yang sering disebut dengan fotografer otomotif. Meski sekarang sudah banyak orang yang menggeluti bidang ini, namun kisah perjalanan seorang pewarta foto untuk otomotif tidak gampang. Dibutuhkan cara dan teknis sendiri untuk memvisualkan sebuah momen yang agar sesuai dengan tema tulisan dan ekspektasi pembaca.

Nah, salah satu fotografer yang menjadi saksi perjalanan Tabloid OTOMOTIF sejak edisi perdananya adalah Nanang Baso. Lelaki berperawakan jangkung ini sudah sejak lama menjadi fotografer dalam dunia otomotif. Namun di usianya yang sudah paruh baya, ia menjadi inspirasi buku bertajuk ‘OTOMOTIF Di Mata Seorang Fotografer’ yang dibarengkan dengan acara perpisahan pensiunnya (30/5) di Gd. Gramedia Majalah.

Buku yang memperlihatkan perjalanan karir seorang Nanang Baso dalam memvisualkan dunia otomotif, tersebut disertai dengan essai foto-foto terbaik yang diproduksi oleh Nanang Baso dalam kurun 20 tahun keaktifannya di Tabloid OTOMOTIF.

Yup, ‘Babe’ begitulah ia akrab di sapa oleh semua orang yang berada di Gd. Gramedia Majalah di Jl. Panjang 8A. Disadari atau tidak, Babe sudah banyak mentransfer ilmu fotografinya kepada fotografer lain di Otomotif Group. Bukan hanya karena teknis visualisasinya yang sangat matang, namu dari sisi konsep, Babe tidak pernah main-main. Maklum ia sudah menjadi jurnalis dan fotografer di awal tahun 1980-an.

“Babe itu adalah sosok fotografer yang memiliki semua insting dari seorang fotografer. Yah, maklumlah jaman dulu kan hasil foto baru bisa dilihat setelah dicetak. Makanya butuh insting kuat dari seorang fotografer bahwa hasil fotonya sudah bagus dan memenuhi standar. Tidak heran jika Babe tidak bisa menerima waktu kamera digital muncul. Tapi sekarang ia sudah bisa menerima,” jelas Robert Silaban, salah satu fotografer senior yang sekarang bergabung dengan Majalah Fortune.

Dengan adanya buku karya foto terbaik Babe selama di OTOMOTIF, tentu jadi renungan untuk menjadikan semua karya itu memiliki kualitas, nilai seni tinggi hingga bahasa non verbal kepada pembaca, butuh kerja keras. Jadi seharusnya di jaman yang serba digital, para pewarta foto bisa berkarya lebih baik lagi. (mobil.otomotifnet.com)

Editor : toncil

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA