Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Rear Fog Lamp, 'Wajib' Saat Hujan Deras

Arief Aszhari - Minggu, 24 Januari 2016 | 16:39 WIB
No caption
No credit
No caption

Jakarta- Wilayah Indonesia memang sangat jarang kabut tebal.

Tapi tetap perlu diingat di beberapa daerah Indonesia juga memiliki daerah berkabut.

Contoh paling mudah adalah kota-kota di kawasan pegunungan seperti Subang, Ciater di Jabar, atau Wonosobo di Jateng. Kabut yang hadir terkadang sangat tebal.

Paling tidak bisa dimanfaatkan saat mobil melaju ketika hujan turun sangat deras. Tak usah lagi hidupkan hazard yang malah bikin bingung itu.

Sementara di beberapa negara Eropa memiliki aturan mengenai hal tersebut, yang bisa saja diadopsi bagi pengguna mobil di Indonesia..

Pertama, rear fog lamp cukup satu saja, baik itu penempatan di sisi pengendara atau tengah.

Minimum ketinggian peletakkan di mobil standar 250 mm dari permukaan jalan, sedangkan di kendaraan fleet bisa jauh lebih tinggi lagi.

Menghindari kerancuan dengan lampu rem, diatur pula jaraknya. Yakni sekitar 100 mm dari lampu rem, baru bisa ditempatkan lampu kabut tersebut.

Hal lain yang patut diperhatikan juga yakni metode menyalanya. Rear fog lamp ini wajib menyala statis layaknya lampu kecil.

“Bukan berkedip yang bisa bikin efek highway hypnotized ke pengemudi lain,” wanti Marcell Kurniawan, Training Director dari Real Driving Center (RDC).

Jika menimbulkan efek tersebut, justru membahayakan.

No caption
No credit
No caption
Pernah lihat lampu seperti ini? Inilah lampu kabut belakang, bukan lampu rem

Beberapa jenis mobil yang beredar di Indonesia, seperti Suzuki Splash dan Ertiga, Nissan Juke, Toyota Vios, serta Mitsubishi Outlander memang sudah menerapkan lampu tambahan tersebut.

Seperti dijelaskan Ivans Gerry, Service Advisor Suzuki Kebon Jeruk, Jakbar, lampu kabut belakang ini awalnya memang terdapat di Suzuki Splash, termasuk juga di Ertiga.

“Fungsinya memang untuk mengatur jarak antara mobil satu dengan mobil di belakang saat hujan. Seperti namanya, lampu kabut selain digunakan saat turun hujan juga digunakan ketika kondisi jalanan berkabut,” papar Ivans.

Lebih lanjut Ivans mengatakan, untuk menyalakannya yang terdapat pada Suzuki Splash dan Ertiga memang terdapat perbedaan. Bahkan, switch atau kontrol lampu kabut belakang ini berbeda satu sama lain.

“Untuk Suzuki Splash, lampu kabut belakang ini akan menyala ketika lampu utama depan dalam kondisi on. Baru diputar switch-nya untuk menyalakan lampu kabut belakang,” jelasnya.

Untuk rear fog lamp ini, dealer Suzuki juga menyediakan spare part asli dengan banderol Rp 250 ribu dengan biaya pemasangan Rp 100 ribuan.

“Untuk harga normal segitu, tapi sekarang sedang promo Rp 165 ribu, dengan ongkos pasang Rp 11 ribu,” promo Ivans saat dihubungi beberpa hari lalu (20/1).

Sedangkan di sentra otomotif Duta Mas, Fatmawati, Jaksel, untuk mendapatkan aksesoris lampu kabut belakang ini memang susah-susah gampang.

OTOMOTIFNET menemuinya di salah satu toko spare part, Jayapura Motor. “Harganya kisaran Rp 300 sampai Rp 500 ribuan. Untuk mereknya SA buatan China,” papar Susanto, pemilik Jayapura Motor.

Di pasaran agak sulit menemukan rera fog lamp, kisaran harganya Rp 200-500 ribuan

Editor : Arief Aszhari

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa