Honda Mobilio M/T 2015, Tidak Puas main NA Beralih Ke Turbo

Kamis, 31 Maret 2016 | 09:05 WIB

Force induction lebih efisien dibanding bermain naturally aspirated. Dengan kapasitas mesin sama tapi tenaga bisa naik 50% dengan metode light boost.

Jakarta - Pada zaman sekarang ini semakin banyak orang-orang meng-upgrade mesin dengan metode forced induction. Maksudnya, dengan bantuan turbocharger ataupun supercharger. Salah satunya Evan Limandar, pemilik MPV Honda Mobilio M/T 2015 keluaran Honda Prospect Motor ini.

Awalnya sempat bermain NA (Naturally Aspirated) hingga stage 2. Namun masih kurang puas bagi pemukim Green Garden, Jakbar ini. “Torsinya kurang menurut gue yah kalau bermain NA. Apalagi karakter Honda memiliki torsi di putaran mesin yang cukup tinggi,” sebut anggota komunitas Spade ini. Makanya salah satu jawaban paling mudah tentu mencangkok rumah keong, agar mudah mendapatkan torsi lebih besar.

Mengerjakan proyek ini tentu Evan tak sendirian, ia dibantu Kevin Jayadi pemilik Kev Garage di bilangan Taman Aries, Jakbar. Atas diskusinya, paling penting justru memilih turbo yang sesuai. Supaya tidak lagging berlebihan. Maka dipilih buatan Garrett GT series. Walaupun turbonya sendiri sanggup menghasilkan 1,7 bar. Sengaja boost tidak lebih dari 0,5 bar karena jeroan mesin masih bawaan pabrik.

Suplai udara yang melimpah tentu harus diimbangi dengan suplai bahan bakar yang pas. Itu sebabnya fuel pump standar diganti lansiran DW yang berkapasitas 265 liter per jam. Injektor standar juga digusur oleh bawaan Civic Type R yang mampu mensuplai 310 cc per menit.

Sengaja tidak pakai sistem ekstra injektor, karena harus buat bracket dan fuel rail lagi. “Tambah ribet mending langsung ganti 4 buah injektor saja, plug and play bebas repot,” terang Kevin yang meracik mesin L15Z1 ini. Kelar proyek mesin, ubahan difokuskan pada sektor kaki-kaki. “Bahaya jika handling tidak bagus karena tenaga dan torsi sudah jauh meningkat,” tukas Evan yang masih kuliah di Universitas Tarumanegara ini.

Suspensi yang lebih andal dan pelek tapak lebih lebar menjadi jawabannya. Untuk suspensi sengaja memilih coilover Tanabe, supaya mudah mengatur ground clearance. Namun tipe NF (Normal Feeling) yang dipilih, agar damping tidak terlalu keras seperti tipe sport atau untuk balap. Wah boleh dicoba nih turun drag race.

Siapa Tahu dapat piala bro! • (otomotifnet.com)

Plus:
- Berkat forced induction performa kencang dan masih nyaman buat harian

Editor : Otomotifnet

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA