Rio Haryanto: Pembalap F1 Ke-24 Dari Asia (2)

Minggu, 13 Maret 2016 | 16:04 WIB

Jakarta- Rio Haryanto merupakan pembalap F1 ke-24 dari regional Asia yang turun di arena F1.

Berikut para 'senior' yang pernah masuk sebelumnya:  

13. Hideki Noda-Jepang (1994)
- Menggantikan Yannick Dalmas (pembalap F1 asal Perancis), bersama tim Larrouse selama tiga seri terakhir di musim balap 1994. Masalah dukungan sponsor dan mobil yang tidak kompetitif membuatnya tidak bisa berbuat banyak. Tahun 1995 ia mengadu nasib di ajang Indy Lights di Amerika dengan hasil yang lumayan.     

14. Taki Inoue-Jepang (1994-1995)
- Tampil, seperti umumnya pembalap Jepang, sebagai pay driver mengantarkan pembalap kelahiran Kobe ini ke tim Simtek bremsin Ford V8. Kondisinya makin buruk di musim kedua saat bersama tim Footwork. Dari 17 seri, sebanyak 12 kali mobilnya yang bermesin Hart V8 tak bisa menyelasaikan lomba. Tapi sejujurnya ia lebih dikenal dengan kesialannya saat ditabrak medical car saat seri Hungaria. Saat itu ia hendak memadamkan mobilnya yang terbakar.

Ditabrak medical car saat seri Hungaria jadi identitas Taki Inoue di arena F1

    

15. Shinji Nakano-Jepang (1997-1998)
- Bersama tim Prost Grand Prix, kelahiran Osaka tahun 1971 ini meraih 2 poin selama tahun pertamanya. Namun itu banyak tertutupi oleh catatan retire sebanyak 9 kali akibat mobil yang bermesin Mugen-Honda tidak kompetitif. Karirnya di F1 berakhir bersama tim Minardi di musim balap 1998 tanpa poin sama sekali. Ia melanjutkan karir balap di ajang CART, Indy Car, hingga Le Mans (2014).    

16.  Toranosuke Takagi-Jepang (1998-1999)
-Juara Japanese A2 A2 National Kart tahun 1989 dan 1990 ini masuk ke F1 tahun 1997 sebagai pembalap tes tim Tyrell. Setahun kemudian ia turun sebagai pembalap tim Arrows. Catatan 12 kali gagal melanjutkan lomba dan tidak lolos kualifikasi membuatnya harus mundur dari arena F1.     

17. Alex Yoong-Malaysia (2001-2002)
- Butuh 46 tahun sebelum ada lagi pembalap dari Asia Tenggara yang bisa balap di arena F1. Kelahiran Kuala Lumpur tahun 1976 ini memulai karir di arena single seater di Formula 3 Inggris (1997-1999). Berlanjut ke arena Formula 3000 (cikal bakal GP2) di musim balap 1999. Musim balap 2000-2001 ia bertarung di arena Formula Nippon, mengantarnya masuk ke F1 bersama tim Minardi selama dua musim. Musim perdana di seri pertama Australia menempatkannya di finish ke-6, sayang musim keduanya berakhir menyesakkan. Karena sepuluh kali tidak bisa menyelesaikan balapan membuatnya harus keluar dari F1.     

Alex di seri Australia tahun 2000 sempat finish di klasemen tengah

18. Narain Karthikeyan-India (2005, 2011–2012)
- Sosoknya mulai terlihat saat bertarung di arena Formula 3 Inggris tahun 1998. Tahun 2005 ia jadi pembalap India pertama di dunia F1 bersama tim Jordan usai mendapatkan super liscense di sirkuit Silverstone. Posisi terbaiknya saat seri Amerika dengan finish ke-4, itu juga karena ada 3 tim papan atas yang tidak ikut lomba akibat kasus ban Michelin. Setelah sempat balap di A1 hingga Nascar (2006-2010), Narain masuk lagi ke arena F1 bersama tim HRT, mesin Cosworth yang tidak kompetitif membuatnya lebih sering retire.   

Editor : erie

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA