Menikung Bareng Yamaha Mio Z di Sentul, Enak Untuk Rebah

Sabtu, 2 April 2016 | 10:07 WIB

Bogor - Bertempat di Sentul International Karting Circuit, Rabu (30/3) PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) secara resmi meluncurkan Mio Z, motor yang teasernya gencar diputar 2 minggu terakhir di berbagai media dengan jargon “Zagoan Super”. Bagaimana impresi first ride-nya?

Tepat seusai selubung dibuka, media dan perwakilan komunitas yang hadir diberi kesempatan untuk mencoba langsung di area paddock dan sirkuit.

Eits, tapi sebelum mencoba, penasaran apa sih yang baru? Menurut M. Abidin, GM Service & Motorsport Division PT YIMM, perbedaan ada di kaki-kaki, Mio Z pakai ukuran pelek dan ban lebih lebar.

 

Sebagai perbandingan, jika Mio M3 pakai pelek depan depan 1,40x14 dibalut ban 70/90-14 dan belakang ukuran 1,60x14 dengan ban 80/90-14. Sementara milik Mio Z jauh lebih besar, depan berukuran 1,60x14 dengan ban 80/80-14 dan belakang 2,50x14 dengan ban 100/70-14.

“Ibaratnya Mio M3 itu cheetah, kalau Mio Z ini macan,” lanjut Abidin. Dengan ukuran ban dan pelek lebih lebar, secara keseluruhan Mio Z jadi tampak lebih padat, sisi dalam sepatbor lebih berisi.

Lebih Pede Menikung

Nyemplak ke atas joknya, posisi duduknya persis dengan Mio M3, mengingat tinggi jok juga sama hanya 750 mm, sangat pendek sehingga rider 160 cm pun dijamin kaki masih bisa menapak ke tanah dengan mudah.

Posisi setang yang agak menekuk ke bawah dan belakang juga nyaman digenggam. Deknya lebar, membuat sepatu balap ukuran 43 pun dengan mudah masuk dan masih bisa bergeser-geser secara bebas. Bahkan bergaya ala road racer dengan menempatkan kaki ke belakang pun bisa.

Handicap pertama menaklukkan jalur zig-zag yang terbuat dari kun, dengan wheelbase hanya 1.260 mm dan bobot 94 kg, tantangan ini sangat mudah dilibas. Mio Z sangat lincah, tentunya pas nih di jalanan perkotaan yang padat.

Editor : Advertorial

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA