Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Ini Tiga Hal Bagian Kaki-kaki Mobil Butuh Perawatan Khusus

Otomotifnet - Senin, 2 Mei 2016 | 07:44 WIB

Jakarta - Oleh karena umur pakai dan kondisi jalan yang dilewati setiap hari, secara berkala bagian kaki-kaki kendaraan butuh perawatan khusus. Istilah balancing dan wheel alignment, tentu sudah enggak asing bagi ada pengguna mobil. Tapi tahukah Anda, kapan sebaiknya melakukan proses ini?.

“ Ketika ada keluhan dari konsumen pada bagian kaki-kaki”, ujar Iwan Abdurachman, General Repair Service Manager PT Toyota Astra Motor. Oh iya, selain 2 istilah itu, di bagian kaki-kaki depan juga ada rematching disk rotor (RDR). Apa dan bagaimana RDR? • (otomotifnet.com)

Wheel Alignment

Ketika pemakaian kendaraan sudah 20 ribu km, maka salah satu yang diwajibkan adalah melakukan wheel alignment. Istilah ini bisa diartikan sebagai penyetelan pada roda depan, sehingga dapat terjaga kestabilannya saat kendaraan melaju.

Penyetelannya meliputi camber, caster, toe angle dan radius putar. Menurut Wing Wiryadi Joe yang jadi Operation Director Planet Ban R4, proses ini wajib dilakukan untuk menjaga kenyamanan dan keamanan saat berkendara.

Selaian jarak pemakaian, ada beberapa ciri lain yang bisa dipakai untuk memastikan saatnya melakukan wheel alignment. Seperti pinggir luar atau dalam ban terlihat aus, kemudi bergetar saat berjalan dan di jalan lurus arah kendaraan ke kiri atau ke kanan sendiri.

Teknologinya juga mengalami perkembangan, dari yang konvensional (pakai benang dan meteran) menjadi Bluetooth. Kemudian berlanjut ke teknologi 3D sampai ke robotic. “Semakin canggih teknologi yang digunakan, maka human error-nya makin dikit dan juga hasilnya makin presisi,” tutur Dolf.

Rematching Disk Rotor (RDR)

Ada 2 hal yang membuat disk rotor (cakram) enggak bisa bekerja secara maksimal saat melakukan pengereman. Rotor yang sudah oleng dan yang berikutnya adalah adanya baret pada permukaannya.

Rotor oleng akibat dari dalam kondisi panas karena pemakaian, tiba-tiba terkena air. Memang enggak secara lansung, tapi lama-kelamaan bisa bikin oleng. Juga adanya kotoran pada permukaan cakram atau kampas rem, bisa bikin baret.

Editor : Otomotifnet

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa