Data Test Ride All New Honda CBR150R, Lengkap Akselerasi dan Hasil Dyno!

Kamis, 21 April 2016 | 18:22 WIB

Jakarta - Sesi first ride All New Honda CBR150R sudah dilakukan dua kali, pertama di area terbatas dan kedua di sirkuit Sentul kecil . Tentu penasaran dong impresi berkendara jika dipakai harian. Nah baru kali ini sesi test ride dilakukan, karena menunggu unit tes tersedia.

Berikut hasil lengkapnya dari motor yang tersedia dalam 4 pilihan warna, Revolution White dan Nitro Black yang dijual Rp 32,5 juta, Honda Racing Red Rp 33,1 juta dan MotoGP Edition Rp 33,3 juta. Semua OTR Jakarta. • (otomotifnet.com)

 

Riding Position & Handling
Posisi duduk cukup racy, badan agak condong ke depan dan kaki posisinya ke belakang dengan tangki yang lekukannya pas dijepit paha. Posisi ini saat dipakai di sirkuit memang sangat cocok, pas saat menaklukkan tikungan.

Beda cerita saat dipakai harian, apalagi kalau sering stop and go di kemacetan, telapak tangan jadi cepat pegal, karena harus menahan beban saat mengeram. Namun jika jalanan lancar enggak terlalu lekas lelah.

Dari sisi handling, ini memang yang harus diakui top banget. Enggak hanya sangat nurut dan lincah ketika di sirkuit, di jalan raya juga enak banget. Kemana aja rider mengarahkan motor, motor berbobot kosong 135 kg ini selalu nurut. Belum lagi dimensinya yang ramping hanya 694 mm dan radius belok setang lebar, sehingga mudah selap-selip.

Menikung kencang menaklukkan tikungan juga istimewa, motor tetap diam alias stabil dan line selalu sesuai seperti yang rider inginkan.  Tentu berkat rancangan sasis diamond teralis dipadu suspensi prolink dan ban lebar 100/80-17 di depan dan belakang 130/70-17. Kekurangannya kalau jalan pelan sendirian, ketika melibas speed trap suspensi belakang terasa agak keras.

 

Performa
Mesin baru dengan rancangan bore x stroke square (57,3 x 57,8 mm), karakternya lebih enak dipakai harian dibanding CBR150R lama yang overbore (63,5 x 47,2 mm). Lantaran torsi besar tersedia sejak putaran mesin rendah.

Bisa dilihat dari hasil dyno pakai Dynojet 250i milik Sportisi Motorsport, Rawamangun, Jaktim. Di 4.000 rpm saja sudah lebih dari 10 Nm, sehingga buka gas sedikit dorongan sudah kuat dan langsung ngacir.

Namun di sekitar 4.800 rpm torsi turun sedikit, makanya jika mau beranjak di sekitar angka itu, misal mau menyalip, seakan ada kosong sesaat dan baru cepat lagi setelah 6.000 rpm. Torsi maksimalnya mencapai 12,58 Nm di 7.200 rpm.

Editor : Parwata

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA