Panduan Servis Honda Verza, Setel Rantai Lebih Sering!

Senin, 25 April 2016 | 20:40 WIB

Bagi yang sering membawa beban berlebih, harus lebih rajin cek kondisi suspensi belakang, kopling dan rantai

Jakarta - Salah satu motor pekerja dari Honda ya yang satu ini. Tampilannya memang konvensional, tapi Honda Verza didukung mesin 150 cc SOHC fuel injection yang irit bensin, kakikaki dual shock di belakang yang mumpuni untuk membawa beban berat dan harga terjangkau. Wajar jika banyak dipakai sebagai andalan komuter sekaligus rekan kerja.

Sebagai informasi buat pemilik atau yang berniat memilikinya, agar kondisinya tetap prima, wajib mampir ke bengkel resmi untuk melakukan servis berkala tiap kelipatan 4.000 km.

“Dari pabrikan direkomendasikan tiap 4.000 km. Tapi lebih cepat lebih baik. Untuk pemakaian sehari-hari yang menempuh rute cukup jauh, bisa servis dan ganti oli tiap kelipatan 3.000 km,” ucap Titut Winarto selaku Kepala Mekanik AHASS Wahana – Kalimalang, Jaktim.

Oli yang harus disiapkan cukup 1 liter saja, pilihannya ada AHM Oil MPX-1 dan SPX-1. “Bedanya, SPX1 sudah full syntectic, oli ini viskositasnya lebih stabil di suhu tinggi dan rendah, sehingga penguapan oli jadi lebih rendah. Juga mampu mencegah terjadinya endapan karbon pada mesin,” promo pria ramah ini.

Selanjutnya pengecekan celah klep dengan langkah awal membuka cover kepala silinder. Jika sudah melewati batas toleransi maka harus diatur kembali dengan jarak 0,08 mm untuk in dan 0,12 mm untuk ex. Businya yang berkode NGK CPR9EA-9 juga rutin dicek dalam servis berkala. “Gap businya berada pada jarak 0,8 – 0,9 mm dan jangan lupa untuk menggantinya tiap kelipatan 8.000 km,” lanjut Titut panggilan akrabnya.

Lanjut, bensin yang mempunyai kualitas buruk atau tidak sesuai dengan anjuran dapat membuat performa motor menurun dan juga pompa bensin mampat, “Endapan di dasar tangki bahan bakar dapat membuat pompa bensin tersumbat. Untuk itu disarankan untuk melakukan kuras tangki tiap kelipatan 10.000 km. Ini juga untuk menghindari adanya air yang tercampur dalam bensin,” wanti pria ramah yang tinggal di bilangan Pasar Gembrong, Jaktim.

Filter udaranya tipe kertas dengan pori-pori rapat dilapisi cairan khusus disebut viskos. Akan sangat efektif untuk menangkap partikel debu halus dari udara yang akan masuk ke ruang bakar. Tapi filter udara dengan tipe ini tidak bisa dibersihkan, kalau disemprot pakai angin kompresor justru akan merusak cairan viskosnya.

“Paling hanya dipukul ke lantai untuk merontokan debu yang menempel. Jika sudah terlalu kotor langsung ganti, lakukan tiap kelipatan 16.000 km atau bisa lebih cepat jika sering melewati kondisi jalan yang berdebu,” sahut Fendi Ismawan salah satu mekanik di AHASS Wahana – Kalimalang.

Editor : Parwata

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA