Mengenal Shibo Pattern, Tekstur Pada Bodi Plastik Polipropena

Minggu, 19 Juni 2016 | 18:44 WIB

Mempercantik plastik PP yang tidak bisa dicat namun punya fungsi penting menjadi komponen bodi yang elastis dan tidak mudah pecah

Mendukung desain, bodi motor bukan cuma bentuknya yang makin keren atau warna dan grafisnya yang atraktif, tapi teksturnya juga bisa dibuat beragam. Memperhatikan atau tidak, ternyata finishing bodi plastik pada motor keluaran terbaru makin keren. Khususnya pada bodi yang terbuat dari polimer termo-plastik, polipropena atau PP.

“Plastik PP ini pada dasarnya enggak bisa dicat, warnanya sesuai dengan warna biji plastiknya,” buka Radityo Andi Dharma, Head of Automatic Standard dan Premium Brands, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

Pria yang akrab disapa Radit ini menambahkan kalau dicat pasti akan mudah terkelupas beda dengan plastik jenis Acrylonitrile Butadiene Styrene atau ABS yang memang khusus untuk diwarnai. Meski begitu, plastik jenis PP ini wajib ada karena memiliki beberapa keunggulan.

“Diantaranya, punya karakter lentur sehingga cocok dipasang pada komponen bodi yang butuh elastisitas saat di bongkar-pasang atau yang tidak mudah rusak ketika kena benturan seperti material untuk sepatbor belakang,” jelas Sriyono, instruktur di Astra Honda Training Center (AHTC), PT Astra Honda Motor (AHM).

Agar membuat plastik PP menarik, beragam evolusi dilakukan. “Awalnya kita mencoba membuat warna berbeda dengan biji plastik warna-warni, enggak cuma hitam. Kalau ingat sudah ada sejak Yamaha Mio Soul di tahun 2007 atau Vega Force dan Jupiter Z1 di 2012,” beber Radit.

Inovasi terbaru, plastik ini bukan cuma diwarnai tapi ada teksturnya. Baik Yamaha maupun Honda sepakat, namanya dalam bahasa Jepang disebut dengan ‘Shibo Pattern’. “Kita juga biasa sebut dengan istilah etching pattern,” terang Sriyono. “Atau nama lainnya frosted pattern,” sambung Radit.

“Penentuan tekstur ini tentunya disesuaikan dengan hasil riset meliputi selera konsumen, konsep produk hingga desain yang disodorkan desainer dari Yamaha. Kami sama-sama menentukan apakah mau tekstur sarang lebah atau yang lain,” beber pria ramah yang bertanggung jawab pada brand skutik dan motor premium Yamaha ini.

Sedang proses produksinya, pattern ini sudah langsung tersedia pada mouldingnya. Jadi saat pencetakan panel bodi, secara otomatis tekstur yang diinginkan langsung keluar.

“Untuk proses tekstur kulit jeruk, sebelum dipakai mencetak, moulding melalui proses sandblasting sehingga terkikis dan muncul motif tersebut. Kalau tekstur yang lain, moulding dikikis pakai proses kimia,” jelas Sriyono yang setiap hari mengajar mekanik Honda dari seluruh Indonesia di AHTC ini.

Beragam motif bisa dibuat mulai dari carbon sampai garis-garis atau yang lainnya. Aplikasinya juga bisa digunakan di semua bagian cover bodi PP, jika dulu hanya beberapa detail kini sudah makin banyak bagian yang dibuat bermotif. Pada Yamaha Mio Z misalnya ada di cover setang bagian belakang atau pada Honda Supra GTR 150 hampir semua cover bodi PP-nya enggak polos lagi. 

Hasilnya, makin keren kan! “Pasti jadi terlihat tidak monoton dan tidak terlihat murah. Meski secara ongkos produksi pastinya juga jadi sedikit lebih mahal,” tutup Radit.

Jadi keren ya! (otomotifnet.com / Popo)

Editor :

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA