Modifikasi Triumph Street Triple 2012, Lembur Enam Jam!

Senin, 27 Juni 2016 | 20:38 WIB

Jakarta - Aksi Nick Apex Brocha di gelaran OTOBURSA Tumplek Blek 2016 beberapa waktu lalu banjir tepuk tangan dan pujian. Meski tampak hebat, namun stunt rider asal Las Vegas, Amerika Serikat ini mengaku tidak puas. Sebabnya, Triumph Daytona R tunggangannya brebet di putaran atas.

“Saat gas dibuka lebih dalam breeet.. breeet..,” ungkap Nick menirukan suara mesin motornya. “ECU bermasalah,” sambungnya.

Melihat kekecewaan Nick, Troupe Brut Rides Industry, importir motor-motor eksotis khususnya Triumph yang menyiapkan motor untuk Nick mengambil keputusan mengganti motor untuk show di hari kedua. “Dia sudah jauh-jauh datang ke Indonesia. Kita enggak mau Nick dan penonton kecewa,” buka Imam, chief mechanic Troupe.

 

Solusinya, semua perabotan freestyle milik Nick yang dibawa langsung dari Amerika dan sudah terpasang di Daytona, dipindahkan ke Triumph Speed Triple R. “Kita kerjakan dari jam 6 sore sampai jam 12 malam, dikebut 6 jam,” beber Imam.

Kebetulan, Daytona R dan Speed Triple R dibangun dari basis yang sama, baik mesin maupun rangka. Bedanya ada pada karakter mesin, Daytona lebih mengigit di putaran atas sesuai konsepnya yang sport full fairing. Sedang Speed Triple R ganas di putaran bawah.

Alhasil, yang standar dari Speed Triple R ini tersisa hanya mesin, rangka dan suspensi depan. “Lainnya dari Daytona dipindahkan. Swing arm, pelek, gear set dan ban dipindah,” beber Alfie Rahman, mekanik Troupe.

 

Begitu juga dengan tangki dan crash bar yang dibawa sendiri oleh Nick dari Amerika. “Subframe juga kita ganti dengan yang sebelumnya terpasang di Daytona. Sudah modifikasi lebih nungging dan dilengkapi jok berlubang untuk pijakan kaki,” beber pria ramah ini.

Sedang untuk mesin, hanya ganti knalpot racing keluaran Akrapovic dan maping ulang ECU standarnya. “Enaknya di Triumph Street Triple, ECU bawaan bisa disesuaikan setingannya,”  beber Alfie sambil menunjukan modifikasi pada auto idle di throttle body-nya.

“Sekarang diganti manual, idle-nya bisa diseting sesuai kebutuhan. Nick maunya idle di 4.000 rpm, kalau standar cuma kisaran 1.200 rpm,” tutup mekanik berpostur sedang ini.

Editor :

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA