Tips Singkat Meminang Motor Trial Bekas

Minggu, 19 Juni 2016 | 09:40 WIB

Solo - Adanya komunitas penggemar motor dengan obstacle khusus, atau motor khusus trial di Jawa Tengah (Solo, Yogyakarta, Magelang) bahkan juga sampai Cepu Jawa Timur, membuat pasar motor trial bekas itu ada. 

Hal ini dikemukakan oleh Patrick Arni, dedengkot komunitas Trial Tracker Solo yang masih eksis berkegiatan offroad dengan motor trial. Dirinya bisa disebut pelaku total, karena keinginannya mempopulerkan olahraga trial serta jeli melihat peluang. 

Tak jarang ikut terjun melakukan jual beli motor trial termasuk menyediakan  sparepart dari motor yang terkenal berbobot ringan (berkisar 63 kg-75 kg) dan tanpa jok itu.

"Karena hobi dan enggak tanggung-tanggung kalau sudah terjun suka dengan olahaga trial ini," ujar pria yang mukim di wilayah Gentan Sukoharjo Solo.

Wiraswastawan ini, tanpa sungkan membagi tips seputar trik meminang motor trial bekas, utamanya bagi seorang pemula yang ingin menggeluti trial dengan motor spek khusus tersebut.
 
Karakternya Mesti Dipahami
Tujuannya, paling tidak supaya enggak salah memilih. Pasalnya berbagai merk yang tersedia punya karakter tersendiri. Maka di awal pastikan dulu merk yg akan dipinang, karena ini akan mempengaruhi kenyamanan baik dari segi teknis dan spesifikasinya.

Seperti diutarakan Patrick begitu sapaannya, ada kemungkinan riding style rider mesti menyesuaikan dengan spesifikasi motor. Dikarenakan perbedaan spek motor trial bermesin 4T dan 2T. Berdasar pengalamannya, ama-sama mengusung mesin 2T pun akan berbeda karakter.

Satu Contoh antara merk Gasgas, Sherco dan Ossa. Semua bermesin 2T tapi karakternya beda. Gasgas dibekali 6 speed lebih smooth, Sherco didukung 5 speed lebih spontan dan galak. Sedangkan Ossa dibekali mesin 2T injeksi, karakter powernya smooth. 

"Nah yang begitu harus dipelajari agar tidak salah pilih, karena kenyataannya banyak yang sudah beli setelah dicoba ditrek, akhirnya dijual atau ditukar merk lain karena powernya nggak cocok dengan karakter ridernya," papar Ayah 2 putra ini.
 
Perhatikan Usia, Kondisi dan Harga
Patrick melanjutkan lagi, buat pemula sebaiknya memilih unit yang tidak terlalu tua. Pertimbangan usia motor  perlu diperhatikan, agar tak banyak keluar biaya untuk perbaikan. 

Misal sekarang tahun 2016, idealnya membeli lansiran 2013 atau paling tua lansiran 2011 disamping juga melihat kondisi motornya. Tak hanya itu, bila bosan nilai jual kembali tidak terlalu drop.

Editor : Bagja

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA