MPV World 2016: Honda Mobilio RS CVT, Pembuktian Sang Best Engine

Rabu, 3 Agustus 2016 | 12:13 WIB

Berhasil mendapatkan gelar sebagai Best Engine. Apakah mesin Mobilio bisa berhasil membuktikan dirinya sebagai MPV bertenaga?

Jakarta - Honda Mobilio RS CVT ikutan MPV World 2016 tentu sudah diharuskan dari awal. Sebab, pemenang gelar Best Engine di ajang OTOMOTIF Award 2015 lalu ini sangat tepat dengan bahan bakar yang bakal digunakan sepanjang perjalanan. Bekerjasama dengan PT Pertamina, spesifikasi mesin Mobilio RS tentu sangat sesuai dengan bahan bakar sekelas Pertamax.

Memang, OTOMOTIF tidak terlalu butuh MPV bertenaga, sebab rute yang dituju tak jauh-jauh dari Jakarta. Malah, akibat ditinggal pergi staf ahli yang biasa mengurus anak pulang kampung. Mau tak mau sebagian besar rute yang ditemui Mobilio RS adalah kondisi dalam kota Jakarta yang lengang.

Namun di sini lah serunya menghadapi kondisi jalan lengang. Selalu menerapkan eco driving dan mengusahakan indikator hijau di spidometer menyala. Angka konsumsi pada MID selalu menunjukkan angka di atas 1:17 liter per km. Usai euforia macet dan staf kembali masuk kerja. Baru merencanakan libur dengan keluarga. Enaknya, kelebihan Mobilio bukan sekadar di konsumsi efisien. Ruang kabin yang lapang juga jadi nilai lebih.

Berhubung hanya pergi dengan 3 orang dewasa plus 2 anak yang berusia 2 tahun dan 5 bulan. Alhasil bangku baris ketiga cukup dilipat untuk menampung barang bawaan. Ini pun dibantu fitur mudah, one touch tumble. Cukup tekan tuas kecil di samping kursi, seketika bangku baris kedua akan terlipat ke depan. Mengatur barang supaya tersmpan aman dan tidak mudah bergerak pun semakin gampang.
 
Performa & Handling

Melaju di jalan tol Merak sembari menerapkan eco driving, bukan berarti OTOMOTIF sengaja jalan pelan loh. Intinya, cari momentum maksimal ketika torsi mesin mendorong mobil, lalu kurangi injakan pedal gas. Hasilnya, terkadang Mobilio RS pun melaju hingga kecepatan 100 kpj, bahkan terkadang lebih saat kondisi jalan agak menurun loh. Catatan konsumsi pun membaik.

Yang pasti, berkat mesin L15Z1 berkapasitas 1.497 cc dengan diameter x langkah sebesar 73 mm x 89,4 mm. Artinya karakter yang diberikan adalah overstroke alias punya torsi lebih besar. Terbukti, torsi maksimal yang bisa dikeluarkan bisa mencapai 145 Nm, berbanding tenaga sebesar 118 dk.

Kelar melaju dan keluar di pintu tol Cilegon Timur. Masuk ke Jalan Lingkar Selatan, giliran kondisi jalan beton dengan beragam permukaan jalan yang ditemui. Tipikal suspensi Honda yang agak keras masih terasa, tapi terbantu bobot barang yang dibawa, jadi masih ada rasa empuk saat ketemu jalan bergelombang. Hanya saja, mesti waspada ketika ada perbedaan level jalan.

Tak hanya suspensi, melaju di jalan beton juga bikin OTOMOTIF ketemu rasa lain Mobilio. Yakni road noise yang terdengar hingga kabin. Tak hanya suara dari gesekan ban ketika jalan kencang di tol, namun jalan di permukaan beton, plus raungan suara mesin ketika di jalan menanjak juga mulai terdengar. Akan jauh lebih nyaman apabila peredam di sekujur bodi ditambahkan.

Editor : Parwata

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA