Profil Nissan Serena C27, Kini Bisa Nyetir Sendiri

Senin, 15 Agustus 2016 | 08:45 WIB

Hadir dengan desain baru yang lebih berani, luwes dan tidak kaku dibandingkan dengan MPV lain

Jakarta - Persaingan di kelas MPV memang yang paling ketat, berbagai fitur canggih dan modern ditawarkan oleh berbagai produsen. Salah satunya Nissan yang mengeluarkan Nissan Serena berkode bodi C27 dengan desain yang baru dan fitur yang lebih modern. Agak jarang melihat MPV yang memiliki desain yang cukup berani, luwes dan tidak kaku. Nah di sini Nissan Serena C27 salah satunya.

Karena generasi yang baru saja rilis ini punya penampilan yang membaik dibandingkan dengan generasi sebelumnya dan teknologinya pun makin komplet. Karena generasi baru, Nissan Serena 2017 punya lampu utama model terpisah, yang membuat mukanya jadi terkesan sangar. Gril depan masih dengan desain V-Motion khas Nissan, dengan tarikan garis yang menyambung ke kap mesin.

Untuk pertama kalinya, Nissan Serena hadir dengan warna eksterior two tone sebagai standar, namun bagi yang menyukai warna tunggal, Nissan masih menyediakan. Lampu belakang dibuat lebih pendek. Nissan Serena ini diberikan penampilan yang lebih mapan dengan pelek two tone, body kit lebih gagah,spion samping hitam dan garnish chrome di dekat tempat pelat nomornya.

Masuk ke kabin, lebih dimanjakan dengan instrument cluster yang lebih lebar dan dengan setir barunya yang lebih sporty, karena bagian bawahnya yang didesain rata. Joknya diklaim makin nyaman dari generasi sebelumnya. Terlihat juga fitur Around View Monitor seperti pada All New X-Trail, head unit terintegrasi dan dilengkapi navigasi.

Ada detail menarik yang dimiliki Nissan Serena ini, soal smart entry-nya. Kita bisa membuka pintu geser elektriknya dengan mengayunkan kaki di sektor bawah pintu dan akan otomatis terbuka sendiri. Nissan Serena baru ini hadir dengan teknologi autonomus bernama ProPilot. Sistem ini menggunakan kamera yang terhubung ECU, ECM, dan lain-lain untuk mengatur gas, rem dan setir yang membuat mobil ini bisa mengemudikan dirinya sendiri.

Bisa dibilang semi-autonomus, karena hanya bisa efektif di kecepatan 30-100 km/jam saja. Tombol untuk mengaktifkan dan menonaktifkan sistem ProPilot ada di setir. Mesin tidak mengalami pembenahan yang mencolok dibandingkan yang lama, namun untuk varian S-Hybrid kini ada motor listrik yang dikawinkan dengan transmisi Xtronic CVT-nya yang akan memberikan sedikit boost sebesar 50 Nm selama 1 detik saat bergerak dari kondisi stationer.

 

Editor : Parwata

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA