Bedah Audio New Honda Jazz RS, Tak Sebanding Pengorbanannya

Rabu, 24 Agustus 2016 | 11:31 WIB

Jakarta - Mengikuti tren mengejar layar besar dan koneksi HDMI, Honda rela membuat perubahan tidak biasa pada head unitnya Sebelum diresmikan pada IIMS (Indonesia International Motor Show) 2016, beberapa gambar Honda Jazz minor change sempat terkuak di dunia maya. Seakan tidak ingin percaya, OTOMOTIF kaget dengan bentuk head unit yang digunakan. Mengapa?

Berbeda dengan HU Double-DIN JVC yang dulu digunakan, versi terbarunya justru terlihat keluar dari frame piano black yang digunakan. Hmm, apakah modelnya motorized, bisa dikeluar-masukkan secara otomatis atau mungkin menyimpan keunggulan lain? Kami mencoba setiap fitur pada HU dan sistem hiburan kabin keseluruhan New Jazz RS. Menjadi penting karena HR-V 1.8 Prestige dan New City kini juga mengadopsi HU yang sejenis. Apa kelebihan dan kekurangannya?

Desain

Sebenarnya, bentuk ‘nongol’, tidak menyatu dari frame seperti ini bukanlah hal baru. Desain seperti ini sudah banyak diterapkan pada beberapa mobil mewah, seperti Audi A4, Q7 atau Mercedes-Benz C-Class dan A-Class terbaru. Sayangnya, penerapan di frame Jazz yang rata justru kurang cocok.

Bukan hanya ‘nongol’, HU yang muncul keluar juga berukuran lebih besar dibanding lubang yang disediakan frame, seperti melihat LCD TV raksasa yang digantung di tembok. Simply said, penerapannya bak tablet style goes wrong. Menelaah alasannya, jenis ini digunakan untuk memasukkan ukuran HU yang memiliki layar 8 inci, sedangkan frame aslinya hanya muat model Double-DIN 7 inci.

Sayangnya, penggunaan resolusi 8 inci juga tidak dimaksimalkan, karena resolusi layar yang cenderung rendah dan tidak ada pengaturan tilting angle, sehingga sangat mudah terpapar sinar matahari. Juga bukan kerapian yang kami harapkan dari Honda, input kabel HDMI, USB dan AUX semuanya terpapar di samping HU, bukan disembunyikan di bawah fascia tengah seperti pada CR-Z.

Pemakian
    
User interface yang disediakan HU terbaru ini cukup familiar, ternyata menggunakan sistem operasi yang sama seperti pada Honda BR-V dan Grand New Toyota Veloz. Penggunaan perangkat lunak dengan layar sentuh resistifnya cenderung simpel dan cepat untuk dioperasikan, meski tampilannya terlalu sederhana.
    
Untungnya, Honda masih menyisipkan tombol fisikal untuk pengaturan volume, home dan back, sehingga tidak terlalu mengalihkan perhatian ketika mengemudi. Hanya tersedia satu slot USB di samping, sedangkan slot CD bersembunyi di balik layar yang perlu diangkat secara manual. Media yang bisa dimainkan lumayan banyak, termasuk DVD, USB flash drive, iPod dan Bluetooth.

Anehnya, meski dapat memutar film dari DVD, tetapi memasukkan film berformat .mp4 ke dalam USB justru tidak bisa terbaca, alias USB hanya bisa digunakan untuk menyetel musik.

Kualitas Suara

Editor : Parwata

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA