Agen Pemegang Merek KTM Bantah Turun Harga dan Bangun Pabrik, Ini Isi Press Realese-nya!

Jumat, 19 Agustus 2016 | 23:47 WIB

Jakarta - Heboh diberitakan KTM Duke dan RC series di Indonesia turun harga, ternyata mendapat bantahan. Ternyata, langkah turun harga yang dilakukan PT Penta Jaya Laju Mandiri (PJLM) di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016 yang berlangsung 11-21 Agustus, dibantah oleh PT Jaya Selaras Sejahtera (JSS) yang statusnya juga telah menjadi agen pemegang merek (APM) lebih dahulu.

Padahal sebelumnya, diberitakan PT PJLM statusnya adalah agen pemegang merek KTM untuk tipe motor sport berkapasitas kecil dari India, mulai dari 390 sampai 200 cc.

PT JSS meyakini PT PJLM adalah dealer di bawahnya, sedang strategi pemasaran dan statement tentang rencana pembuatan pabrik di Indonesia adalah ilegal dan tidak benar adanya. Menurut PT JSS, seharusnya semua pernyataan dan startegi bisnis harus melalui pihaknya sebagai agen pemegang merek.

"Ada pihak yang overlapping dalam memberikan press conference. Dealer kan seharusnya tidak punya kewenangan kecuali mendapatkan persetujuan dari APM. Itu saja masalah utamanya," ungkap Jimmy Budhijanto, sebagai Presiden Direktur PT JSS saat dihubungi via telepon malam ini (19/8).

Bahkan ketika ditanya tentang rencana pembangunan pabrik perakitan di Indonesia, Ia pun menyanggahnya. "Yang saya tahu tidak ada rencana itu dalam waktu dekat. Kemarin lusa sudah saya confirm secara lisan dengan pihak prinsipal di Austria," sambungnya.

Berikut adalah press realese yang dikirimkan PT JSS dan diterima tim OTOMOTIF;

KTM Indonesia Bantah Program Diskon Dan Kerjasama Dengan Bajaj

Dalam beberapa hari terakhir, telah ada kabar yang beredar tidak benar tentang KTM Indonesia. Seperti dijelaskan Jimmy Budhijanto, sebagai Presiden Direktur PT. Jaya Selaras Sejahtera (JSS),

"Ini tidak benar. Dan itu sangat mengganggu performa KTM Indonesia." Jimmy menegaskan bahwa satu-satunya Agen Pemegang Merk (APM) dan pemilik hak distribusi sepeda motor KTM di Indonesia adalah PT. JSS. "Jadi, jika berita itu tidak datang dari kami, itu tidak bisa dipertanggungjawabkan benar. Hanya kami memiliki hak untuk melepaskan pernyataan tentang KTM di Indonesia," kata Jimmy.

Editor : Dimas Pradopo

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA