Galeri Sunmori OTOMOTIF, Lebih Banyak Foto Narsis Ketimbang Riding

Minggu, 4 September 2016 | 11:12 WIB

Jakarta - Saat orang lain sedang siap-siap lari pagi, kami malah memanaskan mesin untuk sunday morning riding (Sunmori) akhir pekan lalu (23/8). Menikmati motor bermesin besar memang enaknya pagi-pagi seperti ini, jalanan relatif lancar tanpa kemacetan. Wussss.. langsung menuju titik kumpul di Patung Panahan, Senayan, Jaksel. Di sana sudah menunggu tim BMW Motorrad - Maxindomoto dan dari Astra Motor Center Jakarta, kita memang sudah janjian untuk riding bareng redaksi OTOMOTIF. Yuk gas!

Start dari Senayan, Duo Kawasaki siap diajak jalan-jalan, Z1000 dan Ninja 650
Eh disamperin Dimas Ekky, pembalap Astra Honda Racing Team yang tahun ini balap kelas Supersport 600 di Asia Road Racing Championship dan CEV Spain kelas Moto2. Dari Cilodong, Depok ke Senayan pulang-pergi gowes sepeda balapnya
Jalanan masih lengang, BMW R 1200 GS Adventure, BMW S 1000 XR dan Honda Valkyrie yang berukuran gambot bebas bergerak
Martin Kristianto dari Innovv Indonesia, satu-satunya yang riding pakai Harley-Davidson. “Tenang gue bikinin videonya, di motor gue ada kamera Innovv depan-belakang,” kekehnya. Ditunggu videonya!
Full tim nih! Riding pakai motor yang semuanya berbeda
Tim BMW Motorrad - Maxindomoto, dari kiri ada Karim Rachman, Marketing & PR Manager, Joe Frans selaku CEO dan paling kanan Paulus B. Suranto, Sales Director, foto bareng Billy Riestianto, Pimred OTOMOTIF.
Wefie dulu. Satu.. dua.. cheers.. cekrek!
Wajib mampir ke Monumen Proklamator di Jl.Pegangsaan Timur no.56 Jakpus. Di lokasi inilah pada tanggal 17 Agustus 1945, proklamator Ir.Sukarno membacakan naskah proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia didampingi Drs.Mohammad Hatta
Di Monumen Proklamator, foto-foto lagi! "Ini sih namanya 'sunpose', sunday photo session," celetuk Adrian Suriantio, Big Bike Manager, Astra Motor Center Jakarta. Bisa aja son!
"Mau foto motor keren," kata bocah ini hihi..
Tujuan terakhir, numpang ngadem di Motoritz. Rehat sejenak sebelum pulang ke rumah masing-masing

Penasaran motor apa saja yang kami geber? Berikut ringkasan spesifikasinya!

BMW R 1200 GS Adventure
Sudah enggak usah diragukan, testimoni mayoritas pecinta turing pasti angkat dua jempol pada motor berkode K51 ini. Lalu apa rasanya kalau buat sunmori, apalagi di beberapa titik sempat kena macet? "Kelihatannya saja gede, tapi kalau sudah riding nyaman, handlingnya juga mudah," promo Karim Rachman, Marketing & PR Manager BMW Motorrad Indonesia-Maxindo Moto.

Mesinnya dua silinder boxer dengan tenaga 125 dk dan torsi badak 125 Nm di 6.500 rpm. Kerennya, motor yang juga dipakai Paulus B. Suranto, Sales Director BMW Motorrad Indonesia-Maxindo Moto ini konsisten mengandalkan suspensi depan telelever. Di Indonesia dipasarkan dengan harga Rp 737 juta off the road.

BMW S 1000 XR
Awas, ada superbike berwujud petualang. Karena untuk keperluan adventure, tenaga mesin 999 cc 4 silinder segaris turunan dari superbike S 1000 RR sudah diturunkan. Klaim pabrikan menyebut power maksimalnya 160 dk pada 11.000 rpm dengan torsi maksimal 112 Nm di 9.250 rpm.

Motor yang saat sunmori digeber Joe Frans, CEO BMW Motorrad Indonesia-Maxindo Moto ini punya 3 pilihan power mode. Paling tinggi mode dynamic yang responnya sangat cepat, buka gas sedikit dijamin motor akan ngacir. Apalagi jika traction control dalam keadaan off, siap–siap ban depan sering meninggalkan aspal wuusshhh!

Fitur lainnya, sudah dilengkapi ASC (Automatic Stability Control), DTC (Dynamic Traction Control) dan ABS (Antilock Brake System). Suspensinya juga keren dilengkapi teknologinya DDC (Dynamic Damping Control). Mau tahu harganya? Rp 626 juta off the road.

Honda CB500X
Karakter mesin CB500X ini terbilang nyaman dan klop untuk yang suka cruising menikmati jalan dengan santai, karena tenaga dan torsi dari mesin 2 silinder ini sudah kuat sejak rpm rendah, tepatnya sejak 3.000 rpm sudah terasa kuat. Jadi tak perlu buka gas dalam-dalam sudah ngacir.

Bobotnya hanya 196 kg, termasuk mudah dikendalikan. Rasanya enggak beda jauh dengan besutan 250 cc, karena bobot hanya beda sekitar 32 kg jika dibanding Honda CBR250R. "Jok empuk, kaki juga tidak jinjit ke aspal. Artinya pas dengan postur gue yang tingginya 168 cm. Tarikan mesin cukup, powerband luas walau akselerasinya tidak terlalu istimewa," beber Billy pada moge yang harganya Rp 147 jutaan ini.

Honda CB650F
Kenyamanan moge naked ini ditunjang dari handling yang ditawarkan, kendati berbobot 208 kg dan wheelbase 1.450 mm, CB650F ini sangat mudah dikendalikan. Masih lincah diajak melibas jalan dalam kota yang padat. CB650F ini dibekali mesin 648,7 cc 4 silinder segaris DOHC 16 klep. Suara yang dihasilkan dari knalpotnya merdu dan enggak memekakkan telinga.

Kelebihan mesin CB650F ini pada panas yang  dihasilkan. Walaupun punya rasio kompresi 11,4:1, panasnya hanya sedikit hangat dari area lutut ke bawah. Makanya melibas jalanan Jakarta di siang hari tak terlalu menyiksa.

Honda NM4 Vultus
Posisinya duduknya sangat nyaman. Jok rendah hanya 650 mm dari tanah, setang dengan raiser tinggi sehingga mendekat ke badan. Asyiknya lagi, badan bisa bersandar ke jok belakang. “Tapi wheelbase panjang (1,645 mm) dan ban belakang lebar, membuatnya kurang lincah,” tutur Rio Saputra, Editor R4 OTOMOTIF. “Sebetulnya enak nih buat turing, sayang enggak ada bagasi,” sambungnya.  

Editor : Parwata

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA