Spesifikasi dan Fitur Yamaha Aerox 155 VVA dan Honda Vario 150 eSP, Pilih Fitur Atau Harga

Sabtu, 10 Desember 2016 | 13:01 WIB

Selama ini Vario 150 eSP melenggang sendirian di kelasnya, nah sekarang ada Aerox 155 yang dibekali beragam fitur unggulan

Jakarta - Honda Vario 150 eSP kedatangan penantang baru di kelas skutik 150 cc yaitu Yamaha Aerox 155 VVA. Yamaha Aerox sebelumnya sudah diperkenalkan namun masih menggunakan mesin berkapasitas 125 cc.

Nah di event Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2016 awal November silam muncul Yamaha Aerox 155 VVA yang dibekali beragam fitur terkini. Yuk lihat ulasan komparasi spesifikasi dan fitur dari kedua motor ini!• (Fariz / otomotifnet.com)

Mesin
Dari segi isi silinder ternyata Aerox 155 punya kapasitas yang lebih besar yaitu 155,1 cc, sedang Vario hanya 149,3 cc. Ini karena Aerox punya bore x stroke 58 mm x 58,7 mm. Sedang Vario 57,3 mm x 57,9 mm.

Klaim pabrikan soal tenaga yang dihasilkan Aerox mencapai 14,7 dk di 8.000 rpm, sedang Vario 12,5 dk pada 8.500 rpm. Sementara torsi maksimal Aerox 13,8 Nm di 6.250 rpm, Vario hanya 12,8 Nm di 5.000 rpm.

Selisih tenaga yang cukup signifikan itu bisa karena perbedaan teknologi di kepala silinder. Vario hanya 2 klep dengan single over head camshaft (SOHC). Sedang Aerox meskipun sama SOHC, tapi punya 4 klep, 2 masuk dan 2 buang. Juga ada VVA dimana pada putaran bawah sampai 6.000 rpm klep in pakai kem berprofil rendah, sedang di atas itu pakai tinggi.

Meski begitu Vario punya bobot lebih ringan hanya 109 kg saja, sedangkan Aerox mencapai 118 kg. Namun pengukurannya berbeda karena Vario berat kosong, sedangkan Aerox berat isi. Bagaimana kalau sama–sama diukur kondisi kosong? Hmmm mungkin gak beda jauh?

Sayang belum ada data yang dirilis dari masing-masing pabrikan. Jadi penasaran dengan akselerasi dan top speed-nya keduanya ya? Tunggu setelah Aerox 155 VVA dites ya!

Fitur
Vario dibekali berbagai fitur unggulan seperti ACG Starter, yang membuat starter mesin sangat halus karena tidak ada dinamo konvensional, lalu ada ISS (Idling Stop System) yang mematikan mesin ketika berhenti 3 detik, agar konsumsi bahan bakar lebih efisien.

Editor :

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA