ICE Hyundai Grand Avega 2012, Juaranya Pahe

Jumat, 5 Mei 2017 | 19:57 WIB

Menang di kontes audio SQ? Itu sudah biasa. Yang jarang terjadi, menang dengan komposisi harga barang jauh di bawah kelas yang diikuti  

Jakarta - Seperti dilakukan Paulus Siringoringo dari Eleven Audio, dengan Hyundai Grand Avega miliknya. Kehebohan muncul ketika Grand Avega itu menyabet gelar juara di Consumer 2 Way Extreme, pada kontes ICAN di MGK awal April lalu.

Avega miliknya mengalahkan beberapa mobil yang di-backing nama-nama kuat. Dan, tanpa disangka-sangka, juri banyak yang memuji, lantaran kaget karena yang dicapai Paulus dilakukan dengan sistem 2-way yang tergolong pahe alias paket hemat.

Sungguh sederhana memang, Paulus yang akrab disapa Josua, hanya menerapkan sistem 2-way aktif, plus sebuah subwoofer. “Semua kuncinya di persiapan. Instalasinya memang sudah siap tempur. Dan kita banyak dibantu teman-teman yang sudah berpengalaman, serta beberapa ahli home audio pada proses tuning dan tweaking,” ungkap Josua yang mengucapkan terima kasih pada Hartoyo Ensiong, Edy, Patrik, Amiau, Fransiscus, Bonyan, Bowie, Teguh, Inoe, Ali, dan teman-temannya di Team Hore Hore.
 
Selain instalasi, Josua yang juga instalatur di Eleven Audio, menyebut pentingnya kualitas perkabelan. “Dari kabel listrik hingga sinyal suara, semua kita custom, agar standarnya sesuai keinginan,” ungkapnya.

Head unitnya sendiri tergolong lawas, Alpine CDA 9887 yang meneruskan sinyal ke prosesor VOX Pro SIX 6 channel. Lalu sinyal diteruskan ke sepasang amplifier, sebuan Intersys 1 DIN VU untuk tweeter, dan sebuah Intersys ISP 4360 untuk midbass dan subwoofer. Speakernya sendiri adalah PCA HDS 65 untuk depan, serta subwoofer Intersys ISW106.

Saat dicoba, tatanan suaranya memang istimewa untuk sebuah sistem 2-way. Suara vokal hingga midbass tertata rapi, tinggi di atas dasbor, nada bas juga jelas dan kuat tanpa gejala terdengar dari belakang, lokasi subwoofernya.
 
Satu lagi kehebatan sistem audio Hyundai ini, karena biayanya tergolong ekonomis. Harga total perangkat kurang dari dari Rp 15 juta, dan membuahkan piala di kelas 2-way extreme, dimana beberapa lawannya menggunakan sistem hingga ratusan juta Rupiah. Dahsyat! *  Fab/otomotifnet.com


Head Unit : Head unit lawas, Alpine CDA 9887 yang terhubung dengan kabel RCA custom Eleven Audio, ke prosesor. Menurut Josua, pilihan RCA itulah yang menjadi kunci suaranya.

Amplifier Intersys 1 DIN VU : Aslinya amplifier 4x100 watt mini ini didesain untuk dipasang di bawah head unit single DIN. Namun kali ini, pemasangan terpaksa di belakang, lantaran posisi dibawah head unit sudah dihuni perangkat lain. Tak hanya kecil, tapi juga praktis dan berkualitas, buktinya mampu menggerakkan tweeter dengan bersih dan detail, dan membuahkan gelar juara.

Spiker depan : PCA HDS 65 terdiri dari sebuah tweeter metal dome dan midbass 6,5 inci dipasang secara aktif via prosesor, mengeliminir crossover pasif bawaannya. Cara ini diyakini lebih memudahkan pengaturan suara ketimbang memodifikasi crossover pasifnya.

Prosesor VOX Prosix : Prosesor berkatagori pahe ini memang dikenal murah meriah. Namun jangan ragukan kemampuannya. Di tangan instalatur yang piawai, fitur crossover, time delay hingga EQ 30 band untuk tiap enam chanelnya, sungguh sakti.

Data Modifikasi:

HU Alpine 9887
Speaker 2 way Pca HDS 65    Rp 2.950.000
Subwoofer Intersys ISW 106    Rp 850.000
Power 4ch Intersys 1 Din VU    Rp 1.500.000
Power 4ch Intersys ISP 4360    Rp 1.000.000
Prosessor Vox Pro Six        Rp 3.500.000
Kabel strum 4 awg Custom by Eleven Audio
Kabel speaker Custom by Eleven Audio
Kabel RCA Custom by Eleven Audio

Editor : Otomotif R4
loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA