Tes All New Hyundai Tucson XG CCRDi eVGT. Ini Dia SUV Kompak Dengan Torsi Besar

Rabu, 5 Juli 2017 | 20:06 WIB

Jakarta - Harus diakui, pasar SUV diesel Indonesia yang sangat dipadati pemain ladder-frame seperti Mitsubishi Pajero Sport dan Toyota Fortuner memang membuat kontender monokok, apalagi dari luar Jepang kerap terlupakan. 

Padahal jika berbicara soal nyaman dan pengendalian yang lebih menyenangkan, SUV jenis ini jelas unggul. Salah satu pemain terbaru adalah Hyundai Tucson yang kini hadir dengan mesin diesel.

Bukan sesuatu yang baru, karena mesin serupa R 2.0 CRDi, sebelumnya sudah digunakan Kia Sportage Diesel hampir 2 tahun lalu, yang sayangnya sudah diskontinyu di Indonesia.

Panoramic sunroof raksasa masih jadi ciri khas terkeren dari Tucson

Untuk sebuah SUV kompak dengan price tag di atas Rp 450 jutaan, bahan soft touch Tucson masih terlalu minim.  Beberapa fitur wajib untuk harga ini juga absen. Namun tetap saja, hidup sehari-hari dengan tampang tampan dari Fluidic Sculpture 2.0 dan mesin diesel sadisnya, setiap kekurangannya tersebut jarang terpikirkan.

Lengkapnya, langsung cek review detailnya.

Performa & Handling

Performa & Handling

Setiap SUV diesel yang pernah OTOMOTIF coba dalam setengah dekade terakhir, Tucson jadi yang ketiga tercepat. Kalah hanya dari kakaknya sendiri, Santa Fe dan the almost perfect BMW X5 xDrive25d dengan penggerak empat roda dan transmisi 8A/T-nya.

Angka 0-100 km/jam ditempuhnya hanya dalam 8,9 detik, menyelesaikan drag race hanya butuh 16,6 detik.  Bila bukan karena seringnya ban berputar akibat absennya traction control, bukan tidak mungkin bisa lebih cepat lagi.

Hati-hati tergiur tenaga besarnya, tiba-tiba sudah lewat 100 km/jam

In fact, mungkin hal di atas tadi jadi satu-satunya poin negatif yang perlu dikatakan soal mesin beringas ini. Terlebih lagi jika dibandingkan saudara kembarnya, Sportage Diesel, mode Sport yang dimiliki Tucson membuat akselerasi di jalan tol menjadi sangat cepat dan uniknya, tidak terasa. 

Drive Mode mengatur throttle response dan perpindahan gigi. Eco untuk di dalam kota, Sport untuk kesenangan maksimal di jalan tol

Tak perlu menunggu turbo lag agar VGT dan intercooler memberi diesel oomph secara mendadak, mode ini akan menjaga putaran mesin selalu di atas 1.500-an rpm, sehingga tak perlu menanti lama agar torsi maksimumnya siap.

Editor : Otomotif R4

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA