Pasang Box Motor Untuk Turing Libur Lebaran? Baca Dulu Panduan Pasangnya!

Senin, 19 Juni 2017 | 09:02 WIB

Jakarta - Enggak semua motor punya ruang penyimpanan cukup luas, opsi pasang box bagasi bisa jadi solusi.  

“Saya pribadi enggak suka turing sambil gendong tas, repot dan bikin pegal, makanya lebih better pakai box, lebih aman dan nyaman meski bawa perangkat elektronik,” ungkap Wahyu Widodo ketua umum Jakarta Max Owners (JMO). 

Tapi jangan asal pasang, ada beberapa yang harus diperhatikan, apa saja?  (Sigit /Otomoifnet.com)

Do:

1. Pasang box sesuai ukuran dan kapasitas mesin motor. “Jangan terlalu besar karena bila box besar pasti mau bawa banyak. Box terlalu berat menganggu manuver motor,” wanti Ismadi Ishak dari Givi Indonesia.
 
2. Pilih merek box yang punya kredibilitas baik, “Harus kuat dan tahan terhadap benturan,” ungkap Dani dari showroom Motoritz, Jl. Mahakam, Kebayoran Lama, Jaksel. 

3. Pilih braket yang berkualitas. “Braket yang baik itu harus memiliki 3 atau 4 titik tumpuan, supaya box enggak lentur saat dibawa menikung dan mampu menahan bobot box beserta isinya secara baik,” jelas Eko Wahyu Santoso owner merek braket box Kucay.

Atau kalau mau mudah, pakai saja braket bawaan merek box-nya. “Di Givi kami punya R&D khusus bikin braket, dibuat dengan mesin robotik yang presisi dan kuat,” promo Ismadi yang rajin bolak-balik Indonesia-Malaysia ini.

“Ini contohnya, braket untuk Yamaha XMAX buatan GIVI Italia dibekali dengan 3 titik tumpuan untuk 4 baut yang mengunci, 1 menempel di bodi belakang dan 2 lagi menumpu ke setiap baut sok kiri kanan,” jelas Ihsan Mulya Yusuf, owner Ihsanmotoshop yang menjualnya. 

4. “Jangan lupa braket ikut rekomendasi merek untuk muatan. Di Givi rata-rata punya 2 tipe yaitu Monorack direkomendasikan mampu menahan beban 3 kg dan Heavy Duty Rack kuat sampai 5 kg,” beber Ismadi.

Editor : Dimas Pradopo

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA