Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Nih Supra GTR 150 Wild Card Dari Indonesia Yang Paling Kencang di Balap UB150 ARRC

Parwata - Selasa, 12 September 2017 | 19:35 WIB
No caption
No credit
No caption

JAKARTA - Salah satunya pemegang ‘kartu liar’ alias wild card hehe.. Di kelas UB150 ARRC seri Indonesia (12-13/8) lalu adalah tim GCX Ultraspeed Racing Team. Turun menggunakan Honda Supra GTR150 dan tampak konsisten menggila di barisan depan.

Wahyu Widodo dipercaya sebagai pilot dari motor yang digarap oleh Dadang Suhendar, sempat memimpin beberapa lap saat race 1 dengan catatan waktu tercepat 1:51,367 dan 1:51,152 di race 2.

“Sayang terganjal rombongan di tikungan S kecil saat lap terakhir. Jadinya mesin drop karena rpm turun drastis,” ujar pembalap bernomor start 16 ini.

Meski begitu jadi Honda bikinan Indonesia yang paling kencang nih, apa rahasiannya?

Pertama dengan mengganti forged piston menggunakan produk UMA Racing yang punya diameter sama seperti standar.

“Bibir piston mendem 0,8 mm lalu kepala silinder papas 0,5 mm. Hasilnya perbandingan kompresi jadi 13,4 : 1,” ujar Dadang.

Lalu sebagai kuncian, noken as diracik kembali. Sebelumnya membesarkan diameter klep menjadi 22 mm in dan 19 mm ex.

“Noken as punya durasi 265 derajat dengan lift in 9,1 mm dan ex 33 9,3 mm serta LSA 105 derajat membuat peak power berada di 12.500 rpm, makanya harus pintar-pintar menjaga rpm jangan sampai terlalu rendah,” rincinya.

Sedangkan asupan udara dan bensin digantikan produk SYS untuk throttle body berukuran 32 mm dikombinasi dengan injektor mobil, “Injektor pakai punya mobil dengan debit semprotan 280 cc   menit,” terang pria ramah ini. 

Sedangkan otak pengapian menggunakan ECU aRacer asal Taiwan lengkap dengan quick shifter yang membuat perpindahan gigi tanpa jeda.

Sebagai tahap akhir final gear menggunakan perbandingan 42/15 dikombinasi dengan knalpot Proliner yang punya suara menggelegar, blaarrr...

Agar motor tetap stabil di tikungan ban depan menggunakan Dunlop Sportmax berukuran 90/80 – 17 sedang belakang Pireli Diablo Supercorsa 110/70 – 17. Ban ini membalut pelek Racing Boy berkelir emas ditopang dengan sok belakang Ohlins.

Mantap! (Fariz / Otomotifnet.com)

No caption
No credit
No caption
Remote aRacer berada di tengah bisa untuk memantau kondisi mesin dan sensor lainnya
No caption
No credit
No caption
Footstep pakai Racing Boy lengkap dengan quick shifter aRacer, perpindahan gigi tanpa jeda
No caption
No credit
No caption
Sok Ohlins membuat motor tetap stabil di tikungan
No caption
No credit
No caption
Final gear 42/15 dirasa pas dengan rasio standar untuk sirkuit Sentul
No caption
No credit
No caption
Knalpot Proliner dengan silencer pendek punya suara yang ngeblarr...
Wahyu Widodo menjadi satu-satunya wild card Indonesia yang berada di barisan depan menggunakan 
Supra GTR 150

Data Modifikasi
Perbandingan kompresi: 13,4 : 1
Piston: UMA Racing
Klep: UMA Racing 22 mm & 19 mm
ECU: aRacer
Throttle body: SYS 32 mm
Knalpot: Proliner
Footstep: Racing Boy
Steering dumper: TDR
Sok belakang: Ohlins
Final gear: 42/15
Pelek: Racing Boy
Ban depan: Dunlop Sportmax 90/80 – 17 
Ban belakang: Pireli Diablo Supercorsa 110/70 – 17

Editor : Dimas Pradopo

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa