First Ride Kawasaki KLX150L, Lebih Besar Lebih Gagah

billy - Selasa, 7 Januari 2014 | 11:02 WIB

(billy - )


As sokbreker depan diperpanjang, termasuk lengan ayunnya.
Jakarta - Kawasaki KLX150L meluncur secara resmi bulan Desember lalu di kawasan Senayan, Jakarta. Hanya beda kode dari S (KLX150S) jadi L ternyata bermakna cukup banyak. “Pakai ban besar, banyak konsumen yang menginginkannya,” buka Mitsuhiko Okada, Marketing Director PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI).

Kode L mungkin artinya large (besar), kini tersedia dengan pilihan pakai ban kombinasi 21 dan 18 inci seperti kebanyakan pacuan adventure. Sementara versi S 19 dan 16 inci. Menariknya kini pakai pelek aluminium dengan jari-jari 36 biji, yang lama pelek besi dan cuma 28 biji. Dijual lebih mahal Rp 2 juta dari versi S, atau Rp 25,2 juta OTR Jakarta.

Pemakaian ban 21 dan 18 inci menjadikan KLX tampil lebih gagah, dan yang paling penting saat dipakai off-road enggak mudah nancep! Yap dengan ban diameter besar kemungkinan terjebak di kubangan jadi lebih kecil, makanya banyak pemakai KLX yang memodifikasi pakai ban besar.

Penggunaan ban besar butuh beberapa rombakan, “As sokbreker depan diperpanjang, termasuk lengan ayunnya,” lanjut Okada-San, begitu biasa disapa. Efeknya wheel base melar jadi 1.340 mm dari 1.285 mm.

Mesin tetap 144 cc pakai karburator, biar mudah dirawat?. Knalpot baru, suara lebih senyap nih. Ban belakang 18 inci, lengan ayun pun mesti dimelarin.
Bagaimana bedanya saat dipakai? Diduduki kala berhenti, KLX150S yang punya dimensi PxLxT 1.975 x 719 x 1.090 mm dan tinggi jok 830 mm, maka kaki Tester OTOMOTIF yang berpostur 173 cm 65 kg akan tertekuk.

Nah pindah ke KLX150L yang berdimensi 2.080 x 770 x 1.145 mm dan tinggi jok 875 mm, maka kaki menapak sempurna tapi enggak sampai nekuk. Lebih tinggi!

Spidometer enggak berubah, tetap sederhana dan tanpa fuelmeter.
Jok baru, two tone jadi lebih berwarna.
Mesin yang diusung tetap 144 cc dari bore x stroke 58 x 54,4 mm, sayang pasokan bensin masih karburator dengan alasan perawatan lebih mudah, “Tapi sudah lolos Euro3 dengan perubahan di knalpot,” ujar Yusuke Shimada, Assistant General Manager PT KMI. Silencer kini lebih gambot dan model bulat.

“Karakternya masih sama, smooth banget,” ujar Mr. Testo yang pakai jersey dan sepatu Fox dari Extrem1st saat mencoba di kawasan pabrik KMI. Wajar saja tenaga diklaim tetap hanya 11,53 dk/8.000 rpm dan torsi 12 Nm/6.500 rpm. Penyesuaian agar tarikan tetap ringan gir diperingan, pakai 47/14 dari 43/14.

Wah mesti coba ketangguhannya di trek adventure nih! Tunggu laporannya setelah test ride ya!  (motor.otomotifnet.com)

Data Spesifikasi:
Mesin: 4 langkah SOHC 2 klep berpendingin udara
Bore x stroke: 58 x 54,4 mm
Rasio kompresi: 9,5:1
Karburator: Keihin NCV24
Sistem pengapian: DC-CDI
Sistem starter: electric & kick
Transmisi: 5 speed
Tenaga: 11,53 dk/8.000 rpm
Torsi: 12 Nm/6.500 rpm
Tipe rangka: tubular semi double cradle
Suspensi depan: telekopik
Suspensi belakang: monosok uni-track
Pelek: 1.60 x 18 & 1.85 x 21
Ban: 2.75-21 45P & 4.10-18 59P
Rem: cakram
Bobot: 115 kg
P x L x T: 2.080 x 770 x 1.145 mm
Jarak sumbu roda: 1.340 mm