First Ride GasGas EC 300E, Mainan Baru Pecinta Adventure

Dimas Pradopo - Jumat, 28 Desember 2012 | 13:59 WIB

(Dimas Pradopo - )


Lanjoooooot.. Sebelumnya sudah mencicipi GasGas tipe Trial TXT300 (klik di sini) , kini giliran mengulas tipe enduro-nya, GasGas EC 300E. Sesuai spesifikasinya, motor ini bukan trail kompetisi, tapi lebih dipersiapkan untuk adventure dan perjalanan jarak jauh.

Yang paling mengagetkan adalah spesifikasi mesinnya. Kalau pecinta adventure kebanyakan sudah merasa cukup dengan mesin 250 cc 4 tak, GasGas malah menghadirkan mesin 300 cc 2 tak! Wow, cukup besar untuk ukuran trail enduro.
 
"Banyak yang takut sama spesifikasi mesinnya, pasti berfikiran tenaganya 2 kali lipat 250 cc 4 tak. Tapi coba dulu dan rasakan sensasinya. Meski tenaga besar, handling tetap mudah," promo Arnaud Dechamps, Director GasGas Indonesia (GGI).

Baiklah, langsung coba trail asal Spanyol ini!

Handling
Dari posturnya, motor ini terbilang jangkung khas trail. Maklum, tinggi badan cuma 165 cm agak sedikit kerepotan. Saat berhenti hanya satu kaki yang menahan motor, kaki satunya menggantung heee.. Tapi untungnya bobotnya enggak terlalu berat, cuma 102 kilogram saja.

Menjajal motor ini untuk pertama kalinya di sirkuit Icon BSD, gundukan kecil langsung dihajar. Motor enggak liar saat mendarat. Begitu juga ketika keluar tikungan dengan cepat, suspensi belakang tetap tenang meski roda belakang terasa slide.

Beberapa fitur kaki-kaki yang diunggulkan oleh GasGas diantaranya adalah aplikasi segitiga alumunium (triple clamp) yang lebih kuat, rigit sekaligus ringan. "Dalam kondisi standar, motor enduro sejenis tidak ada yang menggunakan triple clamp seperti ini," jelas Arnaud.

Selain itu, upside down depan keluaran Sachs berdiameter 48 mm-nya bisa diatur kompresi dan rebound-nya. Sementara yang belakang monoshock bisa disetting kompresi, rebound juga preloud-nya. Rem cakram di kedua rodanya pun pakem, mantab!

Performa
Mesinnya 2-tak 299,3 cc atau kalau dibulatkan jadi 300 cc, mesin ini berkarakter square dengan stroke dan diameter piston sama-sama 72 mm. Dan terbukti tenaganya sangat responsif. Buka gas sedikit saja langsung ngacir.

Kalau merasa tenaga standarnya terlalu besar, bisa pilih mapping untuk medan basah di CDI-nya. Dengan mapping pilihan basah ini, tenaganya akan sedikit dikurangi. Memang cocok untuk kondisi trek hujan atau untuk rider pemula.

Tapi kalau lintasan kering, atau rider dengan skill tinggi pilih mapping kering. Fitur ini juga diakui jadi salah satu keunggulan GasGas 300E, CDI dengan dual mapping. Atau kalau mau lebih smooth, GasGas Indonesia juga memasarkan GasGas 250E, dengan kapasitas ruang bakar lebih kecil, pasti tenaganya sedikit kalem.

Oiya, yang menggembirakan buat pecinta adventure adalah, motor ini juga dilengkapi dengan electric starter. Mesin mudah hidup tanpa repot injak engkol, saat adventure dan sudah kelelahan, fitur ini terbukti sangat berguna.

GasGas 300E juga dilengkapi dengan lampu depan-belakang, sein dan speedometer digital. "Kami menjualnya lengkap dengan form A. Jadi kalau mau diurus surat-suratnya, bisa dipakai di jalan raya," yakin Arnaud yang kini sudah punya dealer di Jakarta, Bandung dan Yogyakarta ini. (motorplus-online.com) 

Dealer GasGas Jakarta
Jl. Kedoya Duri Raya No. 3, RT.001 RW.001
Jakarta Barat - Indonesia 11520
Tel. : +62 81 11920961

Riding gear: Alpinestars-ProRiders 021-57931965