Ciri Belt CVT Rusak Lewat Fisik Atau Limit

billy - Kamis, 21 Juli 2011 | 11:43 WIB

(billy - )


 V-belt aus, baiknya ganti baru!
Sejatinya, v-belt bisa dipakai hingga menempuh 15 ribu kilometer. Tetapi, semua balik lagi ke pemakaian. Jika pemakaian cukup ekstrem, bisa saja usia part penggerak roda belakang itu jadi lebih cepat aus.

Buat mengetahui belt rusak atau mulai aus, bisa dilihat dari dua sisi. Maksudnya, “Melalui patokan fisik belt itu sendiri atau dari limit ukuran keausan,” ungkap Slamet, Instruktur Yamaha Engineering School (YES).

Sabuk karet berkawat alias belt, punya ciri getas jika mulai aus. Yang pertama, bisa dilihat dari fisik belt yang mengalami keretakan. Cara mengeceknya, dilipat sabuk bagian dalam.

 Timbul keretakan disisi dalam(kiri). Benang samping kiri-kanan putus, tanda aus(kanan).
Ketika dilipat timbul keretakan, itu artinya sudah mesti ganti dengan belt baru. “Kondisi ini, bisa disebabkan karena panas yang tercipta di bagian bak CVT,” ungkap pria yang berkantor di Yamaha DDS, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Ciri belt aus atau rusak, bisa juga dilihat dari sisi samping kiri-kanan belt. Karena bagian ini selalu bergesakan, maka kemungkinan aus juga bisa dipantau. Terutama, benang. Jika benang nylon sudah mulai putus, bisa dipastikan belt pun sudah kurang layak pakai.

 Pengkuran bisa melaui sigmat. Lebih dari 1 mm, sudah musti ganti
Kini lakukan pengecekan melalui limit. Untuk memeriksanya, dibutuhkan alat ukur. “Yamaha punya alat khusus untuk mengetahui limit itu. Tapi bisa juga diukur memakai sigmat,” tambah Slamet yang ramah.

Misal di Yamaha Mio series. Lebar belt standar Mio 18,2 mm. Tapi, jika setelah dipakai lebar belt jadi 17,2 mm, itu artinya memang sudah batas minimum.  (motorplus-online.com)