Lengan Ayun Kawasaki Kaze Pas Buat Grasstrack

billy - Kamis, 3 Maret 2011 | 10:44 WIB

(billy - )

 

Dipakai buat balap, lebih kuat dan stabil
Meski sekarang sudah tidak diproduksi, tapi Kawasaki Kaze cukup popular di kalangan grasstrack. Banyak modifikator garuk tanah aplikasi lengan ayun motor yang muncul pertama kali di 1995 itu.

Lalu, apa alasannya? Oh, karena cukup spesial. “Lengan ayun Kaze lebih lebar dari motor lainnya,” ujar Wahyu Harindra dari Serba Mulya di Jl. Wuryantoro Kidul, RT 02/02, Wuryantoro, Wonogiri, Jawa Tengah.

Karena lebar, bermain di medan off-road jadi lebih nyaman. Termasuk juga buat balap dengan pacuan grasstrack. Selain lebar, arm Kaze juga tergolong panjang. Sehingga, sumbu roda juga makin mundur. Bertambah panjangnya wheelbase ini, pacuan grastrack yang mesinnya sudah ‘dikorek’ pun jadi lebih diam.

Artinya, pacuan tergolong diam di bagian buritan. “Apalagi kalau sudut kemiringan sok belakang pas. Makin enak dipakai balapnya,” ungkap F. Chimon, tracker asal Bandung yang gabung di tim MPS Honda Banten KYT.

Pendapat serupa juga dikatakan Akbar Taufan. “Pakai arm Kaze jauh lebih stabil. Meski putar gas di berm pun, bagian belakang motor lebih siap dan enggak liar. Termasuk, dipakai untuk rolling speed,” kata tracker tim Carglos AHRS 86 Tech yang juga Juara Nasional Grasstrack Senior 2010.

 
Wahyu Harindra. Lebih baik orisinal
Selain itu, jarak antara as arm dengan as roda cukup simetris. Ini yang mempengaruhi kestabilan. Bahkan, tanpa perlu diperkuat dengan pelat dan las pun, part Kaze ini enggak bermasalah. “Kuat kok. Gak mudah patah atau bengkok buat dipakai jumping,” timpal Chimon lagi.

Lengan ayun produksi pabrikan Geng Ijo ini, cocok buat diaplikasi ke Yamaha Jupiter atau Yamaha Force 1. Tidak ada pemotongan atau ubahan berarti. Honda Blade juga bisa pakai kok! “Tapi, butuh penyesuaian di dudukan arm yang ada di rangka. Bagian ini dipotong kanan-kiri sekitar 1,5 cm,” jelas Wahyu yang banyak dipercaya tim grastrack buat merancang belulang pacuan garuk tanah ini.

Lengan ayun ini, bisa dikombinasi teromol SE juga Kawasaki KLX150. “Tapi, kalau pakai teromol belakang yang rem disc, harus ada penyesuaian pada dudukan sok di arm,” rinci Wahyu lagi.

Dudukan sok dibuat lebih maju agar tidak mentok kaliper rem. Tapi efeknya ada di filter udara. Filter jadi lebih kecil volumenya. Sedang engine 4-tak, butuh suplai udara yang cukup banyak. Saran Wahyu, untuk 4-tak cukup aplikasi rem teromol. Sehingga dudukan sok tidak maju dan filter udara bisa dibuat lebih besar.

Di pasaran, cukup banyak juga arm Kaze versi KW1 dan KW2 yang dijual sekitar Rp 200 ribuan. Tapi, kalau buat nyaman dan amannya, silakan lirik arm orisinal yang dijual Rp 400 ribuan. Seperti yang ditawarkan Wahyu. “Itu sudah komplet. Termasuk as tengah dan as roda juga karet penahan rantai.” (motorplus-online.com)