Seting Tinggi Motor, Solusi Buat Tinggi di Bawah Rata-Rata

billy - Rabu, 23 Januari 2013 | 19:06 WIB

(billy - )


Buat sebagian orang, menapak saat berhenti berkendara motor merupakan harus dilakukan dengan berbagai trik. Sebab, tinggi motor standar yang dibuat sesuai rata-rata tinggi orang Indonesia. Nah bagaimana dengan bikers yang tingginya di bawah rata-rata?

Bukan berarti nggak bisa mengendarai motor, atau hanya jadi boncenger aja. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi ketinggian motor. Tentu tetap mempertimbangkan kenyamanan dan keamanan pengendara. Beberapa trik dari dunia balap yang bisa diterapkan di motor harian. Disimak!

Papas Jok

Papas jok menjadi solusi yang paling gampang. "Buat pengendara Honda Vario 125 injeksi. Banyak yang merasa ketinggian. Apalagi buat dipakai perempuan. Banyak yang memapas jok," aku Yudi dari Yudi Jok di Jl. Serdang Raya No. 25, Kemayoran, Jakarta Pusat. Papas jok paling aman, masih menyisakan busa 4-5 cm, diukur dari rangka jok.

Tetapi, untuk tipe jok motor model Vario 125 injeksi, Spacy dan Supra X125 Helm In, menurut Yudi perlu perlakuan khusus. Itu Karena busanya sudah tipis dan terdapat tonjolan pada rangka jok. "Tonjolan di bagian helm ini dipapas, lalu lubangnya ditutup bahan stainless steel yang ditempel dengan paku ripet di sekelilingnya. Jadi kalau jok dibuka, enggak bolong," terang Yudi.

Pasang Undur Undur

Masih kurang pendek dengan papas jok, bisa ditempuh pasang undur-undur macam skubek low rider. "Pasang undur-undur lebih ribet. Banyak ubahan yang mesti dilakukan selanjutnya," saran Haryanggi mekanik R-59 Matic Shop di Jl. Dewi Sartika No. 32, Ciputat, Tangerang Selatan.

Itu karena wheelbase jadi lebih panjang, maka kabel gas dan kabel rem harus disesuaikan panjangnya. Iya dong, sebabnya posisi mesin ikut mundur. Cuma, kelemahan pasang undur-undur ini karena poros roda makin jauh, motor sedikit susah buat bermanufer. Susah belok, apalagi kalau mesti putar balik. Jadi, musti sesuaikan gaya berkendara.

Ganti Sokbreker Belakang

Mengganti sokbreker belakang dengan yang lebih pendek bisa juga menjadi alternatif tambahan. Tapi tidak semua tipe motor bisa dilakukan dengan trik ini. Rata-rata yang bisa dilakukan dengan trik ini tipe hanya bebek.

Sok yang paling pendek adalah sokbreker punya Yamaha Jupiter Z.  Panjang sekitar 28 cm. Jadi buat bikers yang mau mengurangi tinggi sokbreker, bisa mengadopsi sokbreker Jupiter Z ini. Aman kok, bisa dipasang di semua tipe bebek. Harga sok belakang ini di pasaran sekitar Rp 300 ribu.

Sedangkan motor matik, jarang terapkan langkah ini. Sebab, panjang sokbreker matik semua sama. Hanya segelintir yang lebih pendek.

Tapi buat yang panjang sokbreaker sama, bisa juga tempuh metode pemundur sok alias adjustabel sok belakang. Bagian sub frame sedikit turun. Tapi langkah ini punya efek tertentu. Yaitu, kemiringan sok sedikit berubah. So, karakter sok juga ikut berubah. Misalnya, terlalu empuk jika dipakai berboncengan.

Sok Depan Diturunkan

Buat sok depan, bisa juga dikurangi ketinggiannya. Yaitu, melalui penurunan as sok dengan segitiga bawah yang menjepit as sok. Jika dalam kondisi standar, ujung as sok sama rata dengan segitiga. Tapi karena diturunkan, maka ujung as sok jadi lebih nonggol dari segitiga. Buat tempuh cara ini, sebaiknya jangan terlalu banyak atau panjang.

Penurunannya cukup sekitar 2 cm saja. Sebab jika terlalu banyak, resikonya ban bisa mentok ke sepatbor. "Biar enggak mentok, bisa juga kinerja sok sedikit diperkeras. Tinggal tambahkan oli sokbreker untuk memperkecil jarak main. Sehingga sok terasa lebih keras dan enggak gampang mentok. Apalagi kalau kena lubang. Tanpa langkah ini, akan terasa sekali mentok," saran Hary lagi. Mungkin jika normalnya oli sok bermain di 50 ml, maka ditambah agar menjadi 55 - 60 ml.

Perkecil Pelek

Ukuran pelek motor standar bisa diperkecil demi membuat tinggi motor berkurang. Seperti di motor Suzuki Skydrive atau Yamaha Nouvo. Ukuran standarnya, pakai pelek 16 inci. Untuk Suzuki Skydrive bisa diakali dengan mengganti pelek milik Suzuki Spin. Sedangkan Nouvo, bisa diakali dengan memakai pelek Yamaha Mio. Keduanya ukurannya 14 inci. Tapi akibatnya, ketinggian dek ke tanah juga ikut berubah. Jaraknya, lebih dekat. Jadi waspada ketika melewati handicap di jalan. 

Cuma penggantian pelek mesti diikuti dengan penggantian ukuran ban. Agar tingginya berkurang, penggantian ban dipilih yang satu ukuran di bawahnya. Misalnya ban standar belakang pakai 80/90 -14, maka diganti dengan 80/80-14. Untuk depan, standarnya 70/90 ganti dengan 70/80. Supaya klop, dompet juga mesti klop. Sebab perlu persiapan dana lebih buat mengganti pelek dan ban sekaligus.  (motorplus-online.com)