Menurut Livio Suppo (Marketing Manager Honda Racing Corporation), Honda sudah menempuh jalan itu sebelumnya, namun Stoner tetap ‘keukeuh’ untuk pensiun.
“Saya rasa jika pembalap sudah memutuskan untuk berhenti dari dunia balapan, meski dibujuk dengan cara lain seperti menaikkan gaji, seharusnya tidak terlalu dipaksakan oleh sebuah tim. Tim juga harus realistis, tapi tidak dengan cara memaksakan kehendak,” ujar Suppo bijak.
Suppo juga menjelaskan bahwa sejak ia mengenal Stoner di tahun 2007 lalu saat tergabung dalam tim Ducati, ia menganggap Stoner memang memiliki sosok kepribadian yang unik.
“Jujur saya katakan, sejak mengenal Stoner di tahun 2007 lalu, ia memang selalu seperti itu. Ia sangat senang dengan dunia balapan, tapi sangat membenci semua hal yang selalu mengganggu kemurnian balapan itu sendiri. Makanya akan sulit bagi Stoner untuk terbelenggu sebuah masalah yang berada diluar konten MotoGP itu sendiri,” lanjutnya.
Nah, sekarang Honda tinggal berupaya mencari calon pengganti Casey Stoner yang tepat untuk menemani Dani Pedrosa. Hmm… harus bersabar menunggu keputusan di akhir musim nih! (otosport.co.id)