Mario Blanco: Kenangan Nyaris Celaka Bersama Pontiac

Editor - Kamis, 29 April 2010 | 13:20 WIB


OTOMOTIFNET - Tak ada yang menyangkal kehebatan Don Antonio Blanco, pelukis asal Spanyol yang lama tinggal di Bali. Kehormatan besar ketika meninggal Desember 1999 lalu, Ia dikremasi ala Bali, Ngaben. Sama ketika mendapat gelar Don di depan namanya, pemberian Raja Spanyol Juan Carlos I.

Tapi jangan lupakan kelihaian Mario Blanco, putra dan satu-satunya anak Don Antonio yang mewarisi bakat sang ayah. Tanpa pernah diajarkan langsung melukis, Mario sukses membuktikan bahwa nama besar papi hanya warisan kebanggaan yang justru jadi penambah semangat untuk terus berkarya.

“Papi tidak pernah mengajari teknik melukis, Ia ingin karya saya mempunyai ciri saya sendiri,” terang penggemar burung yang memiliki total 18 jenis burung langka ini di halaman The Blanco Renaissance Museum, Campuhan, Ubud, Bali.

Bahkan, hobi off-road dan beragam jenis balap sempat ditekuni Mario, hanya karena tak ingin dianggap sebagai bayang-bayang nama besar ayahnya.

Mario ingat betul segala kenangan tentang ayahnya, termasuk nyaris celaka di jalanan sempit antara Ubud hingga Kuta.

“Papi bawa Pontiac tahun 1962, lagi jalan sekitar 100 km/jam. Pedal gas nyangkut tak mau kembali, untung Tuhan masih melindungi,” kenang suami I Gusti A.A. Wimas Hendrayani ini.

Penulis/Foto: Rio / Rio

YANG LAINNYA