Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Modifikasi Mitsubishi Lancer GTi 1993, Kunci Sang Mekanik

Otomotifnet - Kamis, 16 April 2015 | 10:08 WIB
No caption
No credit
No caption


No caption
No credit
No caption

Piawai menyiapkan mobil reli sudah kebiasaan, bagaimana jika terjun langsung

Jakarta - Biasa bangun mobil reli untuk customer, Wiewie Rianto lebih bebas saat membangun Mitsubishi Lancer GTi keluaran 1993 untuk dirinya sendiri. Meski sebenarnya ‘Evo' tersebut milik sang adik, Toto Rianto, namun akan lebih banyak dipakai Wiewie. Pembangunan juga dilakukan di bengkel Firna Protechnic, tempat Wiewie bekerja.

No caption
No credit
No caption

Meski terlihat standar, tapi memiliki kemampuan hebat


Disebutkan oleh pereli bertubuh subur tersebut, pembangunannya memakan dana sampai Rp 500 juta. Wajar saja, sebab komponen-komponen yang terpasang merupakan merek wahid semua. Sektor kaki-kaki jadi hal penting di reli. Sebab itu diambil komponen yang sudah terpercaya.

No caption
No credit
No caption

Kotak bertuliskan FEV ini untuk mengaktifkan pemadam kebakaran secara elektris


Sokbreker dipercayakan pada Reiger. Merek ini dipakai oleh pereli dunia, bahkan WRC sekalipun. Harganya nyaris menyentuh Rp 150 juga untuk 4 unit. Plus harus memesan per tambahan untuk beberapa trek berbeda.

No caption
No credit
No caption

Pisau diselipkan pada jok, untuk memotong seat belt jika tiba-tiba macet


Selain itu, arm juga berbeda, ganti keluaran Cusco yang sudah pillowball. "Dengan model ini, gerak suspensi menjadi lebih bebas," sebut Wiewie. Sektor mesin juga ditingkatkan. Berbagai internal mesin sudah diganti. Seperti camshaft Tomei 290o. Piston andalkan CP serta conrod Brian Crower. Untuk mendinginkan suhu oli di dalam mesin, ditambahkan oil cooler 13 row.

No caption
No credit
No caption

Roll-bar custom bikinan bengkel R-Speed yang berlokasi di Cipinang, Jaktim


Untuk mengatur kinerja mesin, ECU standar mesin 4G63 jelas sudah tak terpasang. Berganti pakai Motec seri M800. "Dipilih karena memiliki output dan input yang cukup banyak. Selain itu, karena cuma ini saja yang nganggur," kekeh pemukim di Kelapa Gading, Jakut tersebut. Penentu prestasi selanjutnya ada di girboks. Sistem dogbox yang jadi andalan.

Banyak pilihan pelek disesuaikan dengan kondisi trek


Keluaran Xtrac dipilih, sebab tak perlu injak pedal kopling untuk proses pindah gigi. Dana yang dikeluarkan berkisar Rp 100 juta. Inilah kuncian sang mekanik di ajang sprint reli. Dengan serangkaian modifikasi dan persiapan, Wiewie berhasil menjadi juara 1 grup GR2 di kejuaraan daerah sprint reli di Jatim beberapa waktu lalu. • (otomotifnet.com)

Plus:
- Memiliki kekuatan di semua titik
Minus:
- Sudah tidak enak lagi kalau dipakai harian

DATA MODIFIKASI

Mesin: Porting, polishing Camshaft: Tomei 290º Per klep: Tomei Piston: CP Stang piston: Brian Crower Oil cooler: 13 row ECU: Motec M800 Tenaga: 265 dk Girbok: Xtrac. Dogbox Sokbreker: Reiger Jok: Corbeau Safetybelt: Sabelt Brakebias: Willwood Handbrake: Hidrolis Pemadam: Elektrik RPM: Apexi Slang rem: Braided Roll-bar: Custom R-Speed Setir: Sparco Shiftlight: Motec Kopling: Exedy Bushing arm: Cusco pillowball Driveshaft: Custom USA



Editor : Otomotifnet

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa