Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Pasang Pelek Kawasaki Ninja 250R Ke KLX 250, Tampilan Dan Handling Mantap!

Editor - Senin, 1 Februari 2010 | 09:37 WIB
No caption
No credit
No caption

OTOMOTIFNET - Berinovasi dan terus mencari gagasan baru, itulah modifikator, tak pernah puas dengan apa yang telah dibuat. Seperti Tomi Bramudia, modifikator dari Ngayun Speed saat mengutak-atik kaki-kaki Kawasaki KLX 250.

No caption
No credit
No caption

Gbr 1
No caption
No credit
No caption

Gbr 2
No caption
No credit
No caption

Gbr 3
No caption
No credit
No caption

Gbr 4

Setelah diubah jadi supermoto dengan pelek jari-jari, inovasi terbaru pakai pelek palang. Pelek yang dipilih milik saudara sekandung, Ninja 250R. “Desain palangnya lurus, cocok dengan garis bodi yang lurus dan tajam,” ujar modifikator yang beralamat di Jl. Panjang No.1, Kebon Jeruk, Jakbar.

Alasan lain menurutnya, dengan pelek palang jadi lebih rigid, sehingga saat nikung tak goyang, feeling pengendara pada roda pun lebih kuat. Makanya wajar jika cukup banyak yang antre ingin ikut pasang. Gimana kalau ingin ikutan pasang?

Pertama tentu siapkan pelek, dudukan gir beserta cakramnya, “Kalau baru di atas Rp 7 juta. Makanya cari yang seken aja di modifikator yang sering menggarap Ninja 250R. Pasarannya Rp 3,5-4,5 juta, sudah komplet beserta cakram,” papar Tomi. Mahal? Tentu tidak jika dibanding dengan harga motor yang mencapai Rp 56 juta.

Konsentrasi pengerjaan di roda depan dahulu. Pertama dudukan sensor spidometer (SS) mesti dibuat dua coakan baru dengan lebar 9,5 mm dan dalam 14 mm (gbr.1). Lalu rumah SS bagian luar mesti dibubut 3 mm, dalam 5 mm (gbr.2), agar SS KLX bisa terpasang.

No caption
No credit
No caption

Gbr 5

Gbr 6

Agar ban tepat di tengah, sisi kiri mesti dibikinkan bos baru. Panjang 24 mm, diameter dalam 17 mm, sedang luar 21 mm dan 28,5 mm (gbr.3). Karena cakram lebih lebar, kaliper harus dibuatkan adaptor (gbr.4). Pelek depan pun sukses terpasang.

Pindah ke belakang, agak ribet karena teromol lebih lebar. Posisi cakram jadi terlalu mepet lengan ayun, makanya dudukannya mesti dibubut 4 mm. Kaliper standar pun tak bisa menggigit sempurna, dan harus diganti beserta adaptornya (gbr.5). “Karena salah satu as kaliper menyatu dengan adaptor,” terang Asep Mulyadi, mekanik Ngayun Speed.

Kelar? Belum, masih harus bikin bos (gbr.6). Bagian kanan panjang 30,5 mm diameter dalam 20 mm, luar 25 mm. Sedang kiri panjang 20 mm, diameter dalam 20 mm, luar 28,5 mm. “Oh ya, laher dan bos tengah dari teromol standar pindahkan ke pelek Ninja, bedanya diameter tengah lebih besar,” lanjutnya.

Kelar deh, tinggal dirakit, jangan lupa rem dicek, jangan sampai masuk angin. Lebih keren kan?

Penulis/Foto: Aant / Aant

Editor : Editor

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa