Performa dan sikap inilah yang dianggap sebagai yang terbaik oleh Herve Poncharal, sang pemilik tim Yamaha Tech3. Ia ingin Bradley Smith sebagai pembalap pemula yang baru diangkat ke MotoGP, melakukan hal yang sama. Bekerja keras untuk meraih hasil bagus tanpa banyak protes dan tidak pernah membuat pernyataan yang memancing komentar dari pihak lain.
“Bradl adalah contoh pembalap yang patut ditiru dalam berperilaku dan bekerja keras untuk menerima tantangan. Ia tidak pernah menyentuh motor MotoGP sebelum sesi tes akhir musim di Valencia tahun lalu, tapi hasilnya sangat berbeda sekarang. Ia hanya kehilangan kesempatan meraih podium ketiga di MotoGP Italia lalu, hal inilah yang patut ditiru oleh Smith,” ujarnya Poncharal.
“Ia adalah pembalap yang tidak banyak berbicara dan sangat tenang menghadapi masalah yang ada. Ia tidak pernah tampil hingga batas kemampuannya dan tidak pernah membuat pernyataan yang berlebihan tentang tim dan pabrikan yang tidak mensupportnya. Nah dengan jalinan kotrak 2 musim kedepan, Smith hanya butuh bekerja dengan batas waktu untuk menunjukkan potensi terbaiknya,” tegas pria asal Perancis itu.
Perngambilan sampel oleh Poncharal sebagai contoh yang patut ditiru, memang cukup benar. Namun Poncharal juga harus tahu, bahwa tidak semua pembalap memiliki karakter yang sama. Sebab semua hasil juga berhubungan dengan motivasi, jika dengan cara berperilaku aneh ia bisa mendapatkan motivasi terbaiknya, maka itu harus dilakukan oleh Smith. Namun memang sebaiknya, Talkless do More! (otosport.co.id)
| Editor | : | Bagja |
KOMENTAR