Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Program Beli Mobil Honda Beresiko Tinggi, Hanya untuk Konsumen Pilihan?

Bagja - Senin, 29 Agustus 2016 | 14:59 WIB

Jakarta - Respon positif pasti didapat Honda dari program 'Saatnya Punya Honda' yang digelar selama 11 hari di pameran otomotif nasional beberapa waktu lalu. Banyak konsumen yang tertarik dan memutuskan untuk mengambil program pembelian tersebut.

Disaat pabrikan lain berlomba tawarkan diskon, Honda malah menawarkan program beresiko tinggi tersebut. Kenapa beresiko tinggi? Karena punya potensi kredit macet yang tinggi.

Apalagi khusus program Balon Payment, juga berpengaruh pada berapa harga jual kembali mobil Honda setelah kredit berakhir dan masih menyisakan hutang. Lalu bagaimana cara Honda mengantisipasi masalah ini?

"Kita sudah perhitungkan. Kredit macet Honda selama ini juga sangat rendah, hanya nol koma sekian, sehingga kami berani. Perawatan mobil harus baik, agar harga jualnya stabil nanti, juga tanpa diskon," ujar Direktur Marketing dan Aftersales Service Honda Prospect Motor, Jonfis Fandy.

Namun tetap ada tantangannya. Dimana tidak semua konsumen bisa mendapat kesempatan dari program ini. "Data finansial konsumen juga harus bagus, nanti disurvey seperti pengajuan kredit pada umumnya," tambah Jonfis. 

Hanya saja, seperti diutarakan beberapa tenaga penjual, memang proses pengajuan kreditnya jadi lebih ketat. "Enggak punya cicilan kredit lain, tempat tinggal enggak ngontrak, suami istri berpenghasilan. Bahkan ada rekam jejak kepemilikan rumah untuk memperkuat," ujar salah satu tenaga penjual Honda.

Sehingga, bermunculan keluhan dari beberapa konsumen yang kemarin sudah sempat membayar Booking Fee untuk ikutan program ini. Dari sekian banyak calon konsumen, kabarnya banyak yang tidak disetujui pengajuan kreditnya.

"Sudah menunggu lama, belum ada kabar. Padahal syarat-syarat semua sudah dipenuhi. Kalau nantinya tidak disetujui juga, lalu untuk apa ada program tersebut? Kenyataannya sulit juga," ujar Andika, salah satu konsumen yang sudah mengajukan SPK Honda Mobilio.

Bahkan, jangankah yang sudah SPK, saat pameran kemarin setelah mengetahui informasi tersebut dari pemberitaan di media, banyak konsumen tertarik dan datang untuk bertanya lebih detail. 

Tapi program tersebut seolah 'menghilang' begitu saja saat konsumen menanyakan pada tenaga penjualnya dan menawarkan paket kredit normal pada umumnya. Apakah ini berkaitan dengan batasan jumlah subsidi yang sudah memenuhi target?

Atau memang program beresiko tinggi ini hanya untuk konsumen-konsumen pilihan saja, Honda?

Editor : Bagja

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa