Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Avanza-Xenia Baru Pakai Penggerak Roda Depan Atau Belakang?

Irsyaad Wijaya - Selasa, 4 Desember 2018 | 16:00 WIB
Prediksi desain Toyota Avanza baru
Helmi/GridOto.com
Prediksi desain Toyota Avanza baru

Otomotifnet.com - Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia dikabarkan akan segera disegarkan.

Lebih serunya lagi, meski belum ada bocoran tampangnya, konsumen yang berminat sudah bisa memesan di dealer.

Selain desain, teka-teki terpanas terkait Daihatsu Xenia dan Toyota Avanza terbaru adalah sistem penggerak yang bakal dipakai.

Duet Avanza-Xenia dan Wuling Confero saat ini masuk dalam anggota Low MPV (LMPV) bermesin depan dan penggerak roda belakang atau Rear Wheel Drive (RWD).

(BACA JUGA: Heboh Toyota Avanza Bakal Keluar, Versi Sekarang Umbar Diskon)

Sementara itu Mitsubishi Xpander, Honda Mobilio, dan Suzuki Ertiga merupakan anggota kubu LMPV mesin depan dengan berpenggerak roda depan alias Front Wheel Drive (FWD).

Prediksinya Daihatsu Xenia dan Toyota Avanza terbaru masih bakal mengandalkan penggerak roda belakang.

Utamanya karena para engineer Toyota dan Daihatsu masih meyakini sistem RWD paling cocok dengan karakter sebagai mobil multiguna dan kondisi jalan Indonesia.

Apalagi para pembeli dan loyalis duet maut ini tidak pernah mempermasalahkan sistem penggerak roda belakang ini.

(BACA JUGA: Avanza Baru Sudah Bisa Dipesan, Taruh Rp 5 Juta, Estimasi Januari )

Menariknya, Executive General Manager PT Toyota Astra Motor (TAM) Fransiscus Soerjopranoto menyebut dalam beberapa kesempatan kelebihan gerak roda belakang. 

Seakan memberi sinyal, Avanza masih akan setia dengan gerak roda belakang. 

Memang, menurutnya kans Avanza pakai gerak roda depan dan belakang 50:50, bergantung hasil riset market. 

Rival dengan gerak roda depan dinilai sukses. 

Tapi Avanza dengan gerak roda belakangpun tetap diminati.

Bicara penggerak yang dipakai, jelas memiliki andil dalam menentukan karakter sebuah mobil.

Selain itu, sisi ekonomis atau performa menjadi pertimbangan produsen dalam menentukan sistem penggerak yang dipakai.

Berikut ulasan kelebihan dan kelemahan mobil dengan mesin depan berpenggerak depan lawan belakang.

Mesin Depan-Penggerak Belakang (Front Engine Rear Wheel Drive, FR).

Kemampuan daya dorongnya membuat kendaraan niaga mengadopsi pilihan ini.

Selain itu, penggerak belakang pun mampu memberikan traksi baik saat kendaraan dimuati beban berat.

(BACA JUGA: Penjualan Xpander Kalah Dari Avanza, Mitsubishi Punya Hitungan Sendiri)

Kelebihan lain dari konfigurasi ini adalah karakter yang dihasilkan cenderung lebih halus dibanding penggerak depan.

Itu sebabnya pilihan ini masih digunakan mobil­mobil mewah yang mengutamakan kenyamanan dan kehalusan.

Namun, model penggerak ini punya kelemahan.

Utamanya efisiensi mesin sulit didapat dan bila tenaga mesin pas­pasan, kerugian gesekan kian melemahkan performa mobil secara keseluruhan.

(BACA JUGA: Distribusi Toyota Avanza Naik Jelang Akhir Tahun)

Mesin depan ­penggerak belakang juga membuat kemudi menjadi lebih ringan dan tidak seliar penggerak depan.

Namun, gejala oversteer cukup mudah terjadi saat menikung.

Penurunan kecepatan membuat distribusi bobot kendaraan akan berpindah ke roda depan.

Efeknya, roda belakang sebagai penggerak akan mudah kehilangan traksi bila pengemudi melakukan engine brake atau akselerasi.

Mesin Depan-Penggerak Depan (Front Engine Front Wheel Drive, FF).

Inilah perpaduan yang paling banyak dipilih saat ini oleh produsen mobil.

Hampir semua jenis mobil menggunakannya, mulai dari city car, hatchback, sedan kecil sampai besar, SUV, dan MPV.

Perpaduan ini mampu membuat mesin bekerja lebih efisien.

(BACA JUGA: Dalam Kondisi Bekas, Kredit Avanza, Xenia, Calya Pun Bejibun)

Hal ini diperoleh berkat minimnya tingkat gesekan yang terjadi lantaran komponen yang digunakan lebih sedikit.

Konfigurasi ini tak menggunakan as kopel untuk menyalurkan tenaga seperti pada penggerak belakang.

Kombinasi mesin depan­penggerak depan semakin efisien dengan peletakan mesin melintang karena garis sumbu putaran roda sudah sejajar dengan garis sumbu putaran mesin.

(BACA JUGA: Bingung Mau Avanza Manual Atau Matik, Nih Perbandingan Biaya Servisnya)

Artinya gigi akhir hanya berfungsi sebagai gigi reduksi, bukan pengubah arah garis sumbu seperti di penggerak belakang.

Kelemahan konfigurasi ini ada pada kekuatan as penggerak karena fungsi ganda yang harus ditanggung oleh roda depan.

Di sini ia berfungsi sebagai roda penggerak, sekaligus sebagai kemudi yang mengendalikan arah kendaraan.

Ini semua membuat karakter pengendalian mobil jenis ini pun menjadi berbeda.

Gejala understeer atau nyelonong, menjadi ciri khas mobil berpenggerak depan.

Hal itu disebabkan bobot kendaraan yang cenderung terpusat di depan.

Bobot kendaraan yang tertumpu di roda depan saat pengereman sebelum masuk tikungan membuat ban harus bekerja keras.

Bila beban yang diterima begitu besar, ban mudah sekali kehilangan cengkeraman dan menyebabkan mobil mengalami understeer.

 

Editor : Iday
Sumber : GridOto.com

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa