Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Kuras Oli Mesin Pakai Engine Flush, Aman kah Setiap Ganti Oli?

Andhika Arthawijaya - Kamis, 18 Juni 2020 | 15:35 WIB
Ilsutrasi oil sludge di kepala silinder.
Istimewa
Ilsutrasi oil sludge di kepala silinder.

Otomotifnet.com – Pernah mengalami oil sludge (oli berubah mengental kayak bubur coklat) pada mesin mobil kesayangan?

Atau minimal bagian dalam mesin saat diitip dari lubang pemasukan oli sudah mulai berwarna kuning kecoklatan, bahkan hitam?

Kalau iya, sebaiknya saat melakukan penggantian oli mesin, gunakan deh engine flush.

“Itu tandanya sudah terjadi oksidasi yang tinggi pada oli mesin,” bilang Sumarno, punggawa Bengkel Mitra Suzuki Masmun Sukses Motor di Solo, Jawa Tengah.

Baca Juga: Penyebab Oil Sludge Bukan Hanya Oli Palsu, Tapi Juga Karena Ini!

 

O iya, engine flush merupakan cairan atau chemical yang berfungsi merontokkan deposit yang muncul di ruang mesin.

Deposit ini kata pria yang pernah jadi trainer mekanik di PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), terbentuk akibat oksidasi yang terjadi pada oli mesin.

“Oksidasi pada oli membuat tingkat penguapan oli jadi tinggi. Nah, uap oli ini kemudian terbakar akibat suhu mesin, makanya timbul deposit,” jelas Sumarno panjang lebar.

Makanya, ia menyarankan untuk rutin menggunakan engine flush, agar kondisi bagian dalam mesin terjaga kebersihannya.

“Minimal satu tahun sekali, atau setiap dua kali ganti oli mesin, gunakan engine flush waktu melakukan penggantian oli. Boleh juga setiap ganti oli mesin,” ujarnya.

Sebab, lanjut Sumarno, rata-rata mesin mobil keluaran sekarang, rasio kompresinya dirancang tinggi untuk mendapatkan performa yang lebih baik dan efisiensi bahan bakar tinggi.

Nah, dengan rasio kompresi tinggi tadi, suhu mesin cenderung lebih tinggi dibanding mesin mobil-mobil keluaran lama.

Tak hanya itu, “Oli mesin yang digunakan pun makin encer, sehingga resiko penguapannya lebih besar,” terangnya lagi.

Baca Juga: Mobil Lama Tidak Digunakan, Masalah-Masalah Ini Yang Akan Muncul!

Ilustrasi pemakaian engine flush sebelum menguras oli mesin.
Andhika Arthawijaya/Otomofinet
Ilustrasi pemakaian engine flush sebelum menguras oli mesin.

Makanya ia sangat menganjurkan pemilik mobil untuk melakukan penggantian oli sesuai batas yang dianjurkan.

Misalnya dianjurkan setiap 5.000 kilometer atau 4 bulan, mana yang dicapai lebih dulu, harus ganti oli, maka segera lakukan penggatian oli bila tak ingin terjadi oil sludge.

“Tergantung oli yang dipakai, ada yang bisa sampai 10.000 kilometer atau 6 bulan, tinggal dilihat mana yang dicapai lebih dulu,” tambahnya.

Maksud dari kalimat mana yang dicapai lebih dulu, misalnya jarak tempuh belum mencapai batas yang dianjurkan, jika sudah masuk batasan bulan yang ditentukan, segera lakukan penggantian oli.

“Karena oli punya batasan pemakaian setelah digunakan pada mesin. Lebih dari batas yang dianjurkan, tingkat oksidasinya jadi tinggi,” jelas Sumarno.

O iya, saat menggunakan engine flush, sobat wajib ganti filter olinnya ya!

“Karena kalau tidak diganti, oli lama yang pastinya sudah kotor dan bercampur cairan engine flush, akan mengkontaminasi oli baru yang digunakan,” tutup Sumarno.

 

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa