Oli Mesin Mobil Berkurang Setengah di Dipstick, Apakah Gak Wajar?

Andhika Arthawijaya - Selasa, 4 Agustus 2020 | 23:50 WIB
Ilustrasi pengecekan volume oli mesin lewat dipstick oli.
Andhika Arthawijaya/Otomotifnet
Ilustrasi pengecekan volume oli mesin lewat dipstick oli.

Otomotifnet.com – Supardi cukup kaget ketika memeriksa kondisi oli mesin LCGC-nya lewat dipstick oli, sebelum ia melakukan penggantian oli baru.

“Berkurangnya seperempat lebih mendekati setengah, apakah ini wajar atau mesin ada masalah?” ujar warga Depok, Jawa Barat ini pada Otomotifnet.com.

Kejadian oli berkurang banyak juga kerap dikeluhkan beberapa pengguna mobil dengan asupan turbo kayak CR-V Turbo atau Civic Turbo.

Rata-rata hal ini terjadi pada mobil yang menggunakan oli encer, dengan SAE 0W-20.

Baca Juga: Oli Dengan SAE 0W-20 Tidak Cocok Untuk Iklim Tropis Indonesia?

Ragam oli mesin dengan tingkat kekentalan atau SAE 0W-20
Dok. OTOMOTIF
Ragam oli mesin dengan tingkat kekentalan atau SAE 0W-20

“Pada mobil-mobil keluaran sekarang yang teknologi mesinnya lebih presisi, umumnya menggunakan oli yang lebih encer dibanding mobil keluaran dulu,” papar Sumarno, punggawa Masmun Sukses Motor yang bermarkas di Solo, Jawa Tengah.

Penggunaan oli dengan kekentalan 0W-20 di mesin-mesin modern, menurut Sumarno memang karena kebutuhannya seperti itu.

“Pabrikan membuat standar baru itu pastinya berdasarkan teknologi mesinnya,” terangnya.

Dan pastinya, lanjut Sumarno, penggunaan oli dengan kekentalan tersebut telah diuji pada semua kondisi iklim.

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa