Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Apakah Mobil Manual Lebih Kuat Lewati Banjir Dibanding Mobil Matic? Ini Kata Bengkel

Grid Content Team - Rabu, 4 Maret 2026 | 15:17 WIB
Terobos jalanan banjir, benarkah mobil transmisi manual, lebih kuart di banding Matic?
Terobos jalanan banjir, benarkah mobil transmisi manual, lebih kuart di banding Matic?

Otomotifnet.com - Ada Anggapan Mobil Manual Lebih Kuat Lewati Banjir Dibanding Mobil Matic.

Nyatanya, anggapan tersebut tidak benar.

Melansir dari Kompas.com, Kepala Bengkel Toyota Nasmoco Majapahit Semarang Bambang Sri Haryanto pada saat itu mengatakan.

Pada dasarnya sama saja antara mobil transmisi manual dan matic, tetap ada risiko rusak jika nekat menerjang genangan banjir tanpa perhitungan.

Umumnya, kerusakan yang terjadi akibat melewati genangan air terlalu tinggi atau banjir adalah pada bagian girboks karena kemasukan air.

Korosi gir dan bearing membuat kinerja komponen mekanis jadi macet.

Hal itu akan terasa ketika perpindahan gigi, kasar dan seperti tersangkut.

"Oli transmisi yang tercemar air lama kelamaan gigi-gigi transmisi bisa berkarat," kata Bambang kepada Kompas.com, pada saat itu.

"Perpindahan gigi jadi kasar, disebabkan kualitas oli menurun. Kalau parah dan masuk rumah kopling bisa menyebabkan selip," imbuhya.

Kesalahan umum pengguna mobil transmisi manual biasanya lantaran menginjak kopling saat menerjang genangan.

Tujuannya yakni menyeimbangkan ritme putaran mesin tinggi agar mesin tak mati.

Padahal, kondisi tersebut justru salah kaprah, yang ada menurut Bambang, justru kopling menjadi lembab.

Pijakan pedal kopling di mobil transmisi manual
Pijakan pedal kopling di mobil transmisi manual
Kelembaban itu bereaksi cepat dan hitungan semalam saja kopling dan dekrup langsung lengket.

Keesokannya, kadang pemilik kaget ketika perpindahan gigi transmisi menjadi sulit.

"Posisi transmisi netral (N) pelat kopling dan dekrup otomatis saling bergesekan. Kalau lembab otomatis jadi lengket. Jadi ketika awalan jalan, gigi susah masuk. Kopling harus di kocok dahulu," ucapnya.

Kepala Bengkel Nissan Setyabudi Semarang Andika Herda Permana pada saat itu menjelaskan,

Risiko kerusakan kopling manual tak hanya disebabkan oleh oli transmisi yang terkontaminasi air.

Terbiasa melakukan setengah kopling oleh pengemudi juga berisiko membuat kampas kopling mengalami hangus.

"Salah, niatnya supaya mesin tidak mati tapi konsekuensinya kampas kopling hangus dan bau sangit. Pelat kopling justru mengalami gesekan berlebih," kata Andika.

Masih menurut Andika, risiko selanjutnya akibat putaran mesin yang tinggi, membuat air malah gampang terhisap dan risiko water hammer semakin besar.

"Melewati genangan pakai setengah kopling, putaran mesin akan lebih tinggi dan intake menghisap air semakin banyak," pungkasnya.

Jadi, kekuatan mobil manual dan matic dalam terabas banjir itu sebetulnya sama.

Editor : Grid
Sumber : Kompas.com

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa