Intip Racikan Honda Blade Balap Astra Racing Team Yogyakarta

Dimas Pradopo - Jumat, 18 April 2014 | 12:15 WIB

(Dimas Pradopo - )


Dalam 1 bendera Astra Motor Racing Yogyakarta, Willy dan Anto makin kompak mengintip dan bersiap mengambil podium juara

Yogyakarta - Bukan kali ini saja, Willy Hammar didampingi mekanik Miftah­yanto saat balapan. Pada musim-musim sebelumnya, rider yang nama aslinya Wilman Hammar percaya dengan mesin racikan mekanik yang akrab disapa Anto.

Dalam satu bendera Astra Motor Racing Yogyakarta, Willy dan Anto makin kompak mengintip dan bersiap mengambil podium juara. Kalau saja part pendukung tunggangannya enggak terkendala, niscaya podium tertinggi ada di tangan Willy.

Keihin PWK Sudco 28, memberikan asupan bahan bakar sesuai kebutuhan. Sok belakang Ohlins, bikin Willy percaya diri melahap tikungan kecil maupun model parabola.

“Pada akhir-akhir lap di kelas MP1, ada masalah di bagian knalpot. Dari pada enggak finish, lebih baik tahan emosi saja,” jelas pembalap bernomor start 50 ini.

Terhadap tunggangan pembalapnya, Anto bilang bahwa apa yang dilakukan saat ini masih dalam tahap riset. “Tepi dengan hasil yang sudah didapat Willy, sepertinya riset ini yang akan kita jadikan patokan,” paparnya.

Noken As berdurasi 282º, padahal idealnya Willy pakai durasi 278º-280º

Riset yang dimaksud Anto adalah, dengan memasukkan angka durasi yang cukup tinggi pada noken as. Padahal beberapa tahun main bareng, Anto cukup tahu bahwa durasi 282°, bukan yang ideal bagi rider-nya.

Willy lahir dari dunia balap tanah dan baru ke aspal, oleh karenanya karakter bawa motornya ingin powernya kuat di putaran mesin bawah. Dengan durasi yang dipasang Anto, Honda Blade tunggangannya jadi kurang kuat di putaran mesin bawah.

Knalpot CLD C3, masuk dalam menu riset racikan Anto


“Memang pada akhirnya itu yang terjadi, durasi noken as tinggi bikin motor kurang kuat di putaran mesin bawah. Harus ada penyesuaian yang dilakukan dan khusus Sirkuit Karting Sentul, gigi rasionya cenderung rapat,” jelas Anto.

Anto (kiri) & Willy (kanan), siap menggoyang podium Motoprix 2014

Tanpa portingan yang sesuai, niscaya Blade yang turun di MP1 ini enggak digdaya. Dengan riset pada durasi noken as, maka model portingan yang dibuat adalah membulat.

Bisa fight sampai akhir balap, membuat Willy percaya diri menghadapi seri balapan berikutnya. (motor.otomotifnet.com)

Data Modifikasi :

Knalpot : CLD
CDI : Rextor
Sok Belakang : Ohlins
Karburator : Keihin PWK Sudco 28
Ban : FDR