Test Ride Minerva RX-150, Racy Style Untuk Harian

Dimas Pradopo - Jumat, 1 Agustus 2014 | 09:25 WIB

(Dimas Pradopo - )



Jika tak dianggap lebay, daripada memodifikasi motor sport jadi full fairing, motor ini bisa jadi pertimbangan!


Jakarta - Kini saatnya mencicipi Minerva RX-150 dan mengupas lebih dalam sosok motor sport bermesin 150 cc ini. Dengan waktu perkenalan yang lebih lama, kelebihan dan kekurangan motor bisa dirasakan. Keren banget! Itu kalimat pertama yang keluar. Yup, desain bodi sporti abis, dengan sudut-sudut tajam. Desain yang dikembangkan bersama Sachs, Jerman ini seakan-akan menggoda mereka yang memimpikan motor sport tulen untuk meminangnya.


Panel indikator ukurannya besar, isinya lengkap dan mudah dipantau


Jika tak dianggap lebay, daripada memodifikasi motor sport batangan jadi full fairing, Minerva RX-150 ini bisa jadi pertimbangan. Dengan dana terjangkau, motor impian sudah terparkir di rumah. Betul gak?


Lampu depan projector belum AHO, menyalanya pun bergantian ketika lampu jauh diaktifkan


Desain sporti tadi selain dari bodi, didukung pula sasis deltabox, swingarm kekar berbahan aluminium, setang jepit, sepasang lampu depan projector hingga buritan menungging dijejali lampu rem LED.

Posisi berkendara racy, merunduk karena posisi setang agak di bawah, lebih rendah dari tangki bahan bakar yang muat 14,2 liter. Posisi ini umumnya bikin lengan dan telapak tangan cepat pegal. Untungnya kaki mudah menapak bagi rider berpostur 172 cm.


Fork brace di sokbreker depan bantu handling motor jinakkan tikungan


Memang radius putar setang agak sempit, hmmm... jadi perlu adaptasi khusus sebelum meliuk-liuk di antara kemacetan lalu-lintas. Beruntung handel kopling nyaman ditarik.

Makin seru ketika bertemu jalan menikung, posisi berkendara seakan memacu adrenalin untuk melahap tikungan yang ada. Motor cukup mudah dijinakkan, salah satu sebabnya karena ada fork brace di sokbreker depan. Kemudian redaman kedua suspensi terasa pas, enggak terlalu keras atau empuk.


Rem belakang seret ketika mulai panas, harus dicek lagi yah


Bicara performa, akselerasi mesin 150 cc SOHC karburator, berpendingin cairan ini terasa smooth di putaran rendah. Akselerasi makin nendang ketika jarum tachometer menunjuk angka 6.000 hingga 10.500 rpm. Wajar karena torsi puncak 11,1 Nm berada di putaran 8.500 rpm, sedangkan tenaga maksimum 14,8 dk di 10.000 rpm. Oh ya, getaran mesin juga mulai terasa, khususnya sewaktu engine brake.


Knalpot tampil beda, mirip moge supersport. Suaranya khas di motor-motor Minerva


Kedua rem cakram mantap menghentikan laju roda. Hanya saja memang masih perlu dicek lagi oleh tim pihak PT Minerva Motor Indonesia. Khususnya pada unit yang kami tes, karena kalau rem sudah panas, putaran roda belakang terasa seret karena kampas rem nempel cakram! “Harus tunggu beberapa saat dulu, agar fungsi rem kembali normal!” ujar tester OTOMOTIF.

Urusan konsumsi bahan bakar motor seharga Rp 21,95 Juta mampu mencatat angka 30,4 km untuk 1 liter Pertamax. Dengan catatan melalui kondisi lalu-lintas perkotaan yang bervariatif, bobot pengendara 65 kg dan total jarak yang ditempuh mencapai 93,7 km.

Menarik, kan?(motor.otomotifnet.com)

DATA AKSELERASI
0-60 km/jam : 6,4 detik
0-80 km/jam : 12,5 detik
0-100 km/jam : 23 detik
0-100 meter : 8,5 detik
0-201 meter : 13,2 detik
0-402 meter : 21,1 detik
Topspeed spidometer : 114 km/jam
Topspeed racelogic : 106,1 km/jam