Tes BRT Juken 2 di New V-Ixion Lightning, Map Standar Power Naik!

Billy - Jumat, 27 Desember 2013 | 14:26 WIB

Tes BRT Juken 2 di New V-Ixion Lightning, Map Standar Power Naik! (Billy - )

OTO-Aant
Tes BRT Juken 2 di New V-Ixion Lightning, Map Standar Power Naik!

Sengaja map enggak diubah, karena ingin tahu performa jika dipasang PnP
Cibinong - Lanjut, sebelumnya sudah dites ECU standalone BRT Juken 2 untuk Mio J series, bisa dilihat pada link ini  ulasannya. Di pasaran, ECU BRT ini punya kompetitor beragam merek, diantaranya a-Racer dan Iquteche.

Meski begitu, BRT juga hadir dengan banyak pilihan varian motor yang bisa dipasangi ECU programable-nya ini. Mulai dari Nio J, Mio GT, Soul GT, X-Ride, BeAT FI, Scoopy FI sampai Supra X125 Helm in, Verza bahkan V-Ixion.

Kali ini yuk jajal versi lain yang diperuntukan buat Yamaha New V-Ixion Lightning. Harganya Rp 725.000, “Remote bisa dibeli terpisah Rp 250 ribu,” buka Tomy Huang, direktur BRT. Fiturnya sama seperti Juken 2 untuk motor yang lain.
OTO-Aant
Tes BRT Juken 2 di New V-Ixion Lightning, Map Standar Power Naik!

Juken 2, dijual Rp 725 ribu, remote Rp 250 ribu
Di antaranya programmable (bisa diatur kurva suplai bensin dan pengapian, limiter, injection timing dan kalibrasi TPS), bisa sebagai alat diagnostic, ada E-Map atau easy map, ada 3 memori fuel map, ada 5 memori ignition map, dual band dan terakhir ada jet fuel.

Pengetesan di New V-Ixion Lightning standar pabrik. Pengujian pakai dynamometer Dynojet 250i milik BRT. Dilakukan 3 kali pengukuran; standar, map 2 dan map 1. Sengaja map enggak diubah, karena ingin tahu performa jika dipasang PnP. Untuk pemakai motor yang sudah dioprek, kalau ingin maksimal tinggal atur pasokan bensin lewat E-Map.
OTO-Aant
Tes BRT Juken 2 di New V-Ixion Lightning, Map Standar Power Naik!

Konektor terpasang jika map default pakai map 2
Lalu bagaimana caranya memilih map 2 dan map 1...??? “Map default saat konektor terpasang berarti di map 2,” terang Baron, R&D BRT yang jadi operator saat tes. “Map 2 untuk yang ingin performa tetap enak tapi juga irit,” imbuh Tomy. Kalau konektor dual band dicopot artinya jadi map 1, ini untuk yang doyan performa, suplai bensin diset lebih banyak.

Dalam kondisi standar tenaga 12,82 dk/8.550 rpm dan torsi 8,59 ft-lbs/7.000 rpm. Membaca AFR-nya ternyata di atas 7.000 rpm terlalu basah, tembus 12:1. Nah putaran mesin mentok 10.000 rpm.
OTO-Aant
Tes BRT Juken 2 di New V-Ixion Lightning, Map Standar Power Naik!

Grafik NVL, standarnya di atas 7.000 rpm terlalu basah
Lanjut pasang Juken 2 dengan konektor terpasang, berarti pakai map 2. Tenaga naik jadi 13,59 dk/8.900 rpm dan torsi 8,89 ft-lbs/7.100 rpm. AFR rata di kisaran 14:1. Putaran mesin hingga 11.350 rpm.

Terakhir konektor dilepas untuk pakai map 1. Hasilnya tenaga jadi 13,45 dk/9.000 rpm dan torsi 8,75 ft-lbs/7.300 rpm. AFR terbaca rata di kisaran 13,5:1. Putaran mesin hingga 11.400 rpm. Tapi tenaga malah lebih turun, sebaiknya memang map 1 ini dibarengi dengan aplikasi knalpot racing karena suplai bahan bakar memang sudah disemprotkan lebih banyak. (motor.otomotifnet.com)

Data pengetesan New V-Ixion Lightning:
Standar: power 12,82 dk/8.550 rpm dan torsi 8,59 ft-lbs/7.000 rpm
Juken Map 2: power 13,59 dk/8.900 rpm dan torsi 8,89 ft-lbs/7.100 rpm
Juken Map 1: power 13,45 dk/9.000 rpm dan torsi 8,75 ft-lbs/7.300 rpm