Upgrade Kawasaki Ninja RR Mono, Tiga Ubahan Untuk Finish Tiga Besar

Otomotifnet - Minggu, 14 Juni 2015 | 17:50 WIB

(Otomotifnet - )



Sudah pakai ECU full programmable masih tambah piggyback, Kenapa?


Jakarta - Bobot yang ringan dan sasis kompak jadi modal Ninja RR Mono raih podium. Meski begitu, tentunya ada juga ubahan mesin yang harus dilakukan. Yuk, kita intip oprekan Dream Garage pada Kawasaki Ninja RR Mono andalannya yang sering finish 3 besar.

Ubahan yang dilakukan tentunya disesuaikan dengan regulasi yang tidak memperbolehkan banyak modifikasi. Jadi jangan heran jika pada motor berkelir putih ini, secara garis besar hanya ada tiga komponen yang kena sentuhan.

Agar tak penasaran, motor balap ini langsung diculik dari bengkelnya di Jl. Ciputat Raya no. 1 Pondok Pinang, Jaksel, dibawa ke Sportisi Motorsports (SM) Jl. Tenggiri, Rawamangun, Jaktim untuk didyno di atas dynamometer Dynojet i250. Hasilnya mampu menyemburkan tenaga 27,9 dk pada 10.400 rpm dan torsi maksimum 21,38 Nm pada 7.000 rpm.

Artinya power meningkat sekitar 3,7 dk sedang torsinya naik 1,65 Nm. • (otomotifnet.com)


Porting & polish

Seperti korekan kepala silinder pada umumnya, porting & polish jalur inlet dan exhaust juga dilakukan. “Sudut lekukan dibuat tidak terlalu tajam hanya untuk mengurangi timbulnya turbulensi udara yang merugikan di dalam lubang masuk,” papar Tegas Adi Prasanda, owner Dream Garage.



Pembuangan sisa pembakaran lebih plong berkat knalpot RX8 full system

Knalpot
Agak aneh memang sudah menggunakan ECU standalone aRacer SpeedTek RC1 full programmable, tapi masih dikawinkan dengan piggyback Power Commander V (PCV) dan auto tune Dynojet. Ternyata bukan karena kurang percaya dengan performa dari salah satunya.

 
                                               ECU aRacer speedTek RC1, hanya untuk seting pengapian                              

ECU Standalone & Piggyback

“Karena kami masih belum familier dengan cara penyetingan ECU standealone aRacer ini. Makanya piggyback Power Commander V ikut dipasang,” aku Tegas. Dengan kolaborasi ini, ECU aRacer SpeedTek RC1 hanya digunakan untuk mengatur pengapian, opsi yang tidak ada pada PVC.


Pengaturan pasokan bahan bakar dipercayakan pada piggyback PCV lengkap dengan modul auto tune dari DynoJet

Kompresi sudah naik 12,5:1, timing pengapian pun harus dimajukan agar bahan bakar beroktan 95 lebih mudah terbakar. “Timing pengapian RR Mono ini, untuk rpm bawah pengapian dibuat lebih maju. Tapi sebaliknya di rpm atas setingannya mundur, supaya mesin lebih basah sehigga tidak mudah jebol,” terang Danny Satria mekanik Dream Garage.

Sedang meningkatkan suplai bahan bakar dan penyetingan air fuel ratio (AFR) menggunakan PCV dengan memanipulasi basic mapping yang ada di ECU aRacer SpeedTek RC1.

Dream Garage : 08567778108

Data test
Power standar : 24,19 dk/9.800 rpm
Power Upgrade : 27,9 dk/10.400 rpm
Torsi standar : 19,73 Nm/6.900 rpm
Torsi Upgrade : 21,38 Nm/7.000 rpm