Perhatikan Ciri-ciri V-Belt Putus dan Akibatnya!

Otomotifnet - Senin, 20 April 2015 | 14:00 WIB

(Otomotifnet - )

Jakarta - Pernah mendengar atau bahkan mengalami sendiri v-belt skutik kesayangan tiba-tiba putus di tengah perjalanan? Hal ini sudah terjadi pada beberapa pembesut skutik, baik lansiran Honda, Yamaha, Suzuki maupun merek lain. Tapi tak usah khawatir dan panik dulu bro. Pasalnya hal ini bisa diantisipasi sejak dini.

“Penyebab v-belt putus awalnya karena sudah retak-retak tapi sang pemilik enggak tahu. Hal ini enggak bakal terjadi kalau CVT sering dicek maupun dibersihkan secara rutin,” ucap Yuli Santoso, kepala mekanik Suzuki Dewi Sartika di Jl. Dewi Sartika, Jaktim.

Sedangkan efek v-belt putus yakni roller peyang dan rumah roller rusak. Tentunya juga harus diganti baru. “Namun ada saja yang tetap enggak mau ganti v-belt meski kita sudah diberi tahu kalau sudah retak dan harus segera diganti.

 
Karena kalau dipaksa terus, sebulan hingga dua bulan pasti akan putus,” imbuh Syafrudin, kepala bengkel Honda Clara II di Jl. Panjang, Kebon Jeruk, Jakbar.  Alhasil malah bikin kantong tambah jebol karena selain harus tebus v-belt baru, juga harus beli roller dan rumah roller baru. Amsyong dah. • (otomotifnet.com)


V-belt putus gara-gara sudah retak, tapi dipaksa jalan terus. Sebaiknya dilakukan penggantian sesuai petunjuk buku panduan servis. Untuk Honda, penggantiannya setiap 24.000 km, Yamaha dan Suzuki setiap 25.000 km. “Namun jika sebelum mencapai jarak tersebut, kadang kondisinya sudah ada yang retak-retak. Kita selalu menganjurkan agar ganti baru,” imbuh Udin, panggilan akrab Syafrudin.


“Setiap servis rutin, biasanya kita sekaligus cek dan bersihkan CVT. Dari situlah kondisi  V-belt sudah
retak-retak atau belum akan ketahuan. Cara medeteksinya yakni  V-belt dibalik, lalu ditekuk pada beberapa bagian. Kalau ada yang retak, pasti akan ketahuan,” imbuh Yuli.



Imbas V-belt putus saat motor jalan, roller biasanya peyang bahkan rontok karena menghantam rumah roller cukup keras. Hal ini dikarenakan bebannya berkurang karena sudah tidak lagi memutar  V-belt . Mau enggak mau juga mesti siapkan dana tambahan sekitar Rp 70 – 80 ribuan (tergantung merek) untuk tebus sepaket roller baru.


Apabila kondisi tunggangan melaju cukup kencang saat hal tersebut terjadi, enggak menutup kemungkinan rumah roller juga ikutan rusak atau rontok karena hantaman roller yang cukup keras. Biasanya membentuk alur roller baru di bagian tertentu. Perlu dana tambahan lagi untuk tebus peranti ini. Sebagai contoh harga rumah roller Yamaha Mio kisaran Rp 60 ribuan.


Nah, biar hal tersebut enggak terjadi dan dapat diantisipasi sejak dini. Sebaiknya dilakukan pengecekan dan servis rutin CVT. “Minimal dua kali tune up (servis ringan), sekali cek dan bersihin CVT,” imbuh Andi Saputra, Service Advisor Yamaha Putera Pos Pengumben.