Bike to Bike Intercom Helmet, Asyik Bisa Ngobrol Bareng!

Dimas Pradopo - Jumat, 17 Oktober 2014 | 15:42 WIB

(Dimas Pradopo - )



Informasi kondisi jalan dari pengendara di depan bisa langsung disampaikan pada yang lain

Komunikasi dalam berkendara itu sangatlah penting, Selain menghidari rasa kantuk, pengemudi juga lebih tenang dan fokus atau tidak melamun. “Selain itu informasi tentang kondisi jalan di depan juga bisa segera disampaikan ke pengendara yang lain,” bilang Agus Hermawan, pemilik gerai Juragan Helm (JH) di Jakarta.

Terutama yang doyan turing dengan motor. Sebab, biasanya rider di depan harus selalu memberi segala informasi kondisi jalan. Seperti memberi tanda lampu sein saat menikung, lampu senter atau kode dengan menggunakan anggota tubuh. Sehingga pengendara di belakangnya terhindar dari kecelakaan.


“Dulunya, kita selalu memakai tangan atau stick lamp sebagai tanda atau isyarat saat turing. Tapi sekarang enggak lagi kalau pakai alat canggih ini, malah lebih terkoordinir dan safe,” tambah Agus.

Peranti yang dimaksud adalah berupa alat komunikasi atau interkom yang terkoneksi secara Bluetooth (sinyal). Terpasang di helm berfungsi untuk komunikasi antar pengendara dengan pemboncengnya atau dengan pengendara lain. Jadi bisa sharing informasi tentang kondisi jalan dan info lainnya.


Di pasaran ada beberapa produk yang dijual. Seperti produk Sena, Chatter Box dan Scala Rider. Untuk Sena 20S DUAL merupakan produk keluaran dari Korea. Lumayan lengkap fitur yang ditawarkan. Sebut saja multi-way interkom, telepon, voice command yang terhubung dengan GPS, radio. Jarak antar pengguna bisa sampai 2 km.

“Perangkat komunikasi ini tersedia untuk dua helm dan dilengkapi dengan dua speaker aktif untuk kuping di setiap interkom, sehingga terdengar lebih stereo,” ucap Agus menerangkan. Harga yang ditawarkan adalah Rp 5 juta.


Lalu ada produk keluaran Cardo dari Amerika Serikat. Diberi nama Scala Rider G9X Powerset. Dalam satu paket sudah tersedia untuk dua helm dan bentuknya lebih sederhana. Kelebihannya hampir mirip dengan Sena 20S, perbedaannya hanya di jarak sinyal antar pengguna interkom, G9x Cuma mampu 1,6 km, selepas itu hilang sinyalnya. Harganya sekitar Rp 5,4 juta.

Mau yang satuan, bisa lirik keluaran Chatterbox X1 Slim dan N-Com B4. Alat ini hanya bisa berfungsi untuk menelepon dan koneksi dengan GPS dan musik. “Kecuali jika temen kamu menggunakan alat yang sama, baru bisa terhubung interkomnya,” tambah Agus. Untuk harga, Chatterbox X1 Slim dijual relative lebih murah, yaitu Rp 3 juta.


Khusus produk berlabel N-Com B4 hanya bisa digunakan pada helm Nolan N104 dan N44. Produk ini juga menyediakan komunikasi dua arah antar pengguna interkom dan juga telepon. Namun jaraknya tidak terlalu jauh, yakni hanya sekitar 800 meter dengan kekuatan baterai 5 jam.

“Nah, kalau helm Nolan memang sudah disediakan lubang penahan N-com B4, jadi tinggal klik di tempatnya, tidak perlu lagi alat tambahan untuk pegangan perangkat ini,” bilang Herman Kanopi, Manajer gerai Motoritz, di Jl. Mahakam, Blok M, Jaksel. Seraya menambahkan harga jualnya Rp 5 juta.

Sebenarnya memang banyak untungnya jika turing menggunakan peranti canggih ini. Bisa menunjang keselamatan selama berkendara. “Asalkan tidak untuk mendengarkan musik saat berkendara yah, sebab sudah sering terjadi musibah. Kalau hanya sekadar sharing info jalan enggak apa lah,” wanti Budiman, penggiat safety riding dari salah satu klub motor. • Pidav

Juragan Helm : 0815-1899-889
Motoritz : 021-720-8888