Nih, Bahaya Pakai Oli Matik di Motor Manual

Dimas Pradopo - Sabtu, 21 Desember 2013 | 12:15 WIB

(Dimas Pradopo - )

Medan - Ada kejadian unik di gelaran One Day Workshop, The Other Side Of Modern Matic di Medan pada Kamis (19/12). Pasalnya beberapa peserta pengguna motor non matik seperti bebek dan sport, setengah memaksa untuk mengganti oli gratis yang hanya tersedia khusus motor matik.

"Iya bang, kirain oli matik boleh dipakai ke sembarang motor. Nggak tahunya memang tidak bisa," keluh seorang peserta yang memakai motor bebek.

Hal ini coba dijelaskan oleh Mardiani Indriastuti, Product Deputy Department Head PT Federal Karyatama, produsen Federal Oil.
"Oli untuk matik, nggak cocok dipakai pada motor non matik seperti bebek dan sport. Hal ini dikarenakan kopling motor matik yang kering dan butuh oli lebih licin."

Menurutnya karakteristik oli matik mirip dengan oli mobil. "Tetapi oli motor matik jauh lebih tahan panas dari oli mobil, karena memang dirancang tahan di putaran mesin yang lebih tinggi," jelasnya

Sementara kopling motor non matik lebih basah karena terendam oli. Sehingga butuh oli yang tak terlalu licin. "Gesekan antar komponen yang lebih besar juga tak bisa dilindungi sempurna oleh oli matik," ungkap Mardiani.

Dampaknya, jika motor non matik dipaksakan memakai oli matik maka akan terjadi slip. "Gas digeber, tapi motor malah nggak jalan."

Nah, biar nggak bingung, cara membedakan oli matik dan non matik gampang kok. Lihat saja kode JASO di kemasan oli, kalau untuk non matik memakai kode JASO MA dan matik tercantum kode JASO MB. Sebagai catatan, JASO merupakan lembaga standardisasi pelumas yang didirikan di Jepang. (motor.otomotifnet.com)