Bermodalkan Turbo Stage2 dan Ecutek, Melejitlah Toyota 86

Rabu, 23 Juli 2014 | 15:30 WIB

Bermodalkan Turbo Stage2 dan Ecutek, Melejitlah Toyota 86

Kelix
Bermodalkan Turbo Stage2 dan Ecutek, Melejitlah Toyota 86

 
Jakarta - Sejak pertama kali rilis di Tanah Air 2 tahun silam, Nelson Philipus sudah kepincut berat dengan Hachi Roku alias Toyota 86. Warga Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara ini lantas membeli unit berkelir putih untuk dipakai harian.

Kelix
Bermodalkan Turbo Stage2 dan Ecutek, Melejitlah Toyota 86

Eksterior cukup diwakili lewat permainan rear spoiler Tommy Kaira

Rumah di bilangan PIK dan kantor di area SCBD (Sudirman Central Business District) menuntut mobil yang gesit sekaligus kencang. Apalagi rute sehari-hari membelah jalan tol.

Turbo Jadi Pilihan


Mesin jenis boxer bawaan pabrik dirasa Nelson kurang memadai. “Kalau begini caranya, kudu upgrade turbo kit nih,” selorohnya mantap.

Kelix
Bermodalkan Turbo Stage2 dan Ecutek, Melejitlah Toyota 86

Antena luar model buntut tikus diganti versi sirip hiu Beatsonic

Dari berbagai pilihan turbo yang ada di pasaran, akhirnya dipilih merek Avo yang sudah lengkap dengan piping, intercooler dan oil catch tank.

Kelix
Bermodalkan Turbo Stage2 dan Ecutek, Melejitlah Toyota 86

Turbo kit stage 2 keluaran Avo dikemas lengkap dengan intercooler dan piping

Uniknya, instalatur turbo didatangkan langsung dari markas besar Avo di Australia. “Saat order kit sekalian dealing untuk pemasangan dengan teknisi bule dari Australia,” ujar Nelson yang juga member BOCI (Boxer Owners Club Indonesia).

Kelix
Bermodalkan Turbo Stage2 dan Ecutek, Melejitlah Toyota 86

Remapping ECU dengan program Ecutek memungkinkan mesin di-upgrade dengan turbocharger

Nelson memilih turbo kit stage 2 dengan pertimbangan masih enak dipakai untuk harian, tetapi bisa upgrade dengan mudah bila sewaktu-waktu diperlukan. “Sekarang saja sudah mulai terasa kurang,” kelakarnya.

Kelix
Bermodalkan Turbo Stage2 dan Ecutek, Melejitlah Toyota 86

Strutbar Tanabe untuk uppermount depan dan belakang

Mengakomodasi kebutuhan boost turbo yang mencapai 0,45 bar, diantisipasi dengan remapping ECU (Engine Control Unit) menggunakan software merek Ecutek dari Inggris.

Boleh jadi, ini menjadi kelebihan bagi setiap pemilik Toyota 86, karena untuk upgrade performa mesin tak perlu mengganti ECU standar dengan stand alone atau menambahkan piggyback.

Flashing ulang program ECU bawaan juga lebih mudah karena Ecutek menyediakan semua fasilitas, mulai dari program hingga hardware seperti kabel interface OBD II dan dongle berupa USB flashdisk untuk menyimpan license.

“Fiturnya pun sangat kaya, sehingga setting mesin untuk balap sekalipun masih memungkinkan,” ujar Brahmantyo Prayogo, selaku tuner master Ecutek yang juga membesut Toyota 86 hitam.

Kelix
Bermodalkan Turbo Stage2 dan Ecutek, Melejitlah Toyota 86

Tak mau tanggung-tanggung, header unequal keluaran Avo dikombinasi catback produk injen

Makanya saat Nelson sudah memasang turbo kit stage 2, Brahmantyo menyarankan remapping agar suplai bahan bakar dan timing pengapian bisa disetel ulang melalui laptop. “Konsumsi bahan bakar ikut terkontrol karena semua parameter bisa disesuaikan,” puas pria berkaca mata minus ini.

Termasuk saat sistem gas buang diganti jenis free flow berupa catback buatan injen dan diameter pelek diperbesar menjadi 18 inci. “Konsumsi bahan bakar sekarang sekitar 7 kilometer per liter bensin,” terang Nelson.

Harus Pakai Big Brake Kit


Performa yang sudah meningkat pesat ini wajib dibarengi dengan perangkat penunjang lainnya seperti big brake kit buatan Wortec 6-pot untuk depan dan Wortec 4-pot untuk ban belakang.

Kelix
Bermodalkan Turbo Stage2 dan Ecutek, Melejitlah Toyota 86

Pelek 18 inci dari Concave Couture Rims menjadi rumah big brake kit buatan Wortec

Masih belum pede (percaya diri, red), Nelson ikut membenahi kaki-kaki dengan lowering kit (per keong) buatan Tein S-Tech untuk manuver yang lebih baik. Apalagi Concave Couture Rims berukuran 18 inci yang memiliki lebar 8 dan 9 inci harus duduk manis di kolong sepatbor.

Sengaja Nelson tak melirik body kit atau spoiler untuk pemanis eksterior mengingat paving block garasi rumah kurang friendly untuk 86 kesayangan. “Tetapi kalau rear spoiler berdesain gawang buatan Tommy Kaira masih boleh lah untuk pemanis bodi,” ujarnya senyum sembari full throttle. (mobil.otomotifnet.com)